Empat Penanggungjawab Pajak Dijebloskan ke Lapas Pasirtanjung

pelaku
Ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU.id, CIKARANG PUSAT- Kantor Wilayah Ditjen Pajak Jawa Barat II menjebloskan empat orang penanggungjawab pajak ke Lembaga Pemasyarakatan (LP). Tiga di antaranya dititipkan di LP Klas III Pasirtanjung, Cikarang dan sisanya di LP Klas I Cirebon.

Tiga orang penanggungjawab pajak yang dijebloskan ke LP Klas II Pasirtanjung, Cikarang yakni berinisial IKS dan MS dari PT DBL, serta seorang perempuan dengan inisial RAW dari PT PSDT. Sedangkan seorang lagi yang dititipkan di LP Cirebon yakni S dari CV IM.

Keempat penanggungjawab pajak di tiga perusahaan itu diketahui memiliki tunggakan pajak hingga Rp32,65 miliar.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak Jawa Barat II, Angin Prayitno Aji mengatakan, dari empat penanggungjawab pajak, dua di antaranya sudah dibebaskan. Penanggungjawab dengan inisial RAW dari PT PSDT itu dibebaskan pada 6 Agustus karena telah melunasi tunggakan pajaknya dan S dari CV IM juga disebut sudah melunasi hutang pajaknya sebesar Rp1,9 miliar.


“Sekarang cuma ada dua orang dan masih dalam titipan di LP Klas III Pasirtanjung Cikarang Kabupaten Bekasi,” katanya.

Dituturkan Aji, Ditjen Pajak sebelumnya sudah memberikan kelonggaran kepada penunggak pajak dengan munculnya Peraturan Menteri Keuangan nomor : 29/KMK.03/2015, tentang penghapusan sanksi bunga penagihan jika penunggak pajak melunasi tunggakan pajaknya sebelum 1 Januari 2016.

“Jika tidak segera melunasi tunggakan pajaknya maka tindakan tagihan aktif akan dilakukan,” ujarnya.

Dituturkan Aji, hingga awal Agustus 2015, Kanwil Ditjen Pajak Jawa Barat II sudah mencairkan tunggakan pajak sebesar Rp136,46 miliar, atau 38,9 persen dari target pencairan tunggakan pajak sebesar Rp472,4 miliar.

Dalam proses pencairan itu, pihak Ditjen melakukan penyitaan dan pelelangan harta kekayaan penunggak pajak sebanyak 615, ada 668 permintaan pemblokiran rekening penunggak pajak dan sudah ada 49 rekening penunggak pajak yang diblokir.

“Permintaan tindakan pencegahan bepergian ke luar negeri sebanyak 33 penunggak pajak,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas III Pasirtanjung, Cikarang, Kabupaten Bekasi, M Akhyar mengatakan, titipan dari Ditjen Pajak Jawa Barat II ditempatkan di ruangan khusus. Kata dia, tak ada fasilitas khusus bagi penanggungjawab pajak, kecuali hanya jatah konsumsi makanan dan kesehatan yang berbeda dengan penghuni lapas lainnya.

“Ini sesuai MoU antara Kementerian Hukum dan Ham dan juga Kementerian Keuangan,” katanya. (dho)