Cabor Polo Air Butuh Bantuan Pelatih Asing

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU.id, BEKASI– Atlet Pemusatan latihan daerah (pelatda) Jawa Barat untuk Cabang Olahraga (Cabor) polo air 60%-nya hampir dipastikan bakal diisi pemain lama. Sedangkan sisanya 40% merupakan atlet-atlet pendatang baru hasil penjaringan tim Tele Scooting di Pekan Olahraga Daerah (Porda) XII 2014 di Kabupaten Bekasi 2014 lalu.

Hal itu diungkapkan pelatih polo air Jabar, Yan Yanuar belum lama ini. Menurutnya, tim polo air Jabar secara resmi belum melakukan program pelatda. Namun, pihaknya sudah melakukan latihan intensif sejak awal 2015 lalu.

Saat ini, kata Yan, masih pemusatan latihan mandiri dimulai dari 150 persen. Sebanyak 20 atlet putra dan 20 atlet putri tengah dipersiapkan.

“Untuk tim masih bongkar pasang, 60 persen atlet lama dan sisanya hasil dari Porda XII Jabar. Tiap bulan kita tes dan melakukan evaluasi. Saat ini kita mulai di 150 persen dulu, sambil berjalan kita lihat. Akan ada sistem promosi degradasi yang diterapkan,” terang Yan Yanuar saat dihubungi Radar Bekasi.


Persiapan pun terus dimaksimalkan sejak dini. Yan menambahkan, di PON XIX 2016 mendatang cabor polo air memberlakukan pembatasan usia yaitu, under 28 tahun.

“Kalau di polo air ada pembatasan usia, yaitu di bawah 28 tahun. Atlet-atlet yang tergabung dalam kerangka tim saat ini usianya memang terbilang masih muda. Sehingga kondisi fisik dan semangatnya masih bagus, ini yang akan terus kita maskimalkan,” ujarnya.

Yan berharap untuk cabor aquatik yang berada di bawah naungan Pengda PRSI Jabar segera melakukan pelatda secara resmi. Karena dengan begitu, Yan menilai sebagai tuan rumah PON 2016 pihaknya ingin mempersembahkan medali emas.

“Tentunya kami berharap bisa secepatnya pelatda secara resmi dari KONI. Saat ini pendanaan latihan masih ditanggung Pengda PRSI Jabar,” tuturnya.

Untuk memaksimalkan persiapan menuju PON XIX 2016, Yan mengaku sudah merencanakan untuk melakukan program try out bagi para atlet dengan mengikutsertakan mereka pada kejuaraan di Hongkong dan juga Thailand, serta kejuaraan-kejuaraan regional lainnya.

Sedangkan mengenai pelatih, tim polo air Jabar masih dilatih oleh pelatih asli Jabar. Bahkan, ia sempat melakukan komunikasi dengan KONI Jabar untuk menggunakan pelatih asal Korea Selatan.
Pasalnya, negeri ginseng itu dinilai memiliki posisi yang baik untuk cabor polo air di Asia.

“Rencana try out sudah ada dibeberapa kejuaraan ke luar dan juga di beberapa provinsi di Indonesia. Sedangkan untuk pelatih masih dipegang pelatih asli Jabar. Inginnya sih kami juga dibantu oleh pelatih Korea Selatan, karena posisinya di asia cukup bagus,” pungkasnya. (asd)