Wali Kota: Silakan Gugat di PTUN

Ahmad Syaikhu
Ahmad Syaikhu
Ahmad Syaikhu

POJOKSATU.id, BEKASI – Proses perizinan pendirian rumah ibadah Santa Clara, rupanya sudah mendapat lampu hijau Pemkot Bekasi, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Kantor Kementerian Agama. Prosedur yang ditempuh untuk sebuah bangunan tempat ibadah dianggap sudah sesuai aturan yang berlaku.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengungkapkan, dirinya tidak mungkin begitu saja mengeluarkan izin rumah ibadah dengan melanggar aturan.

Menurutnya, gereja katolik Santa Clara di RT02/06, Keluarahan Harapan Baru, Bekasi Utara, itu sudah sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) dua menteri, yaitu aturan Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri.

“Sebagai kepala daerah saya tetap berpegang teguh aturan perundangan yang berlaku. Saya memiliki warga sebanyak 2,5 juta jiwa lebih yang harus diayomi. Bila memang ada yang merasa tidak benar dengan proses administrasi, silakan dilakukan gugatan dan diselesaikan melalui proses di PTUN,” tantangnya.


Sementara itu, Kepala Kapermas Momom Sulaeman menjelaskan perizinan gereja dikeluarkan berdasarkan keputusan Wali Kota Bekasi nomor 453.1/Kep 289/Kesos/VI/2015 tertanggal 15 Juni 2015 tentang rekomendasi gereja katolik Santa Clara dalam perizinan mendirikan gereja semua persyaratan sudah dipenuhi. Termasuk tanda tangan 64 kepala keluarga dan 90 umat atau pengikut gereja tersebut.

Sekretaris Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi Hasnul Kholid menjelaskan, sebelum Pemkot mengeluarkan izin pendirian Gereja Katolik Santa Clara, pihaknya mengeluarkan rekomendasi begitu juga dengan Kementerian Agama.

“Rekomendasi tersebut sudah sesuai dengan persyaratan dan ketentuan pendirian rumah ibadah, serta melalui proses pengkajian sebelumnya,” ujarnya.

Hasnul mengungkapkan, dari segi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang baru sudah memenuhi kelengkapannya, dan verifikasi data yang ditandatangani RT, RW dan Camat Bekasi Utara, serta warga lingkungan setempat. (dat)