Kejari Beraksi Lagi di RSUD

CARI BUKTI : Tim Satgas Anti Korupsi Kejari Cikarang mencari bukti-bukti dugaan korupsi instalasi listrik di beberapa ruangan RSUD Kabupaten Bekasi, Selasa (11/8).
CARI BUKTI : Tim Satgas Anti Korupsi Kejari Cikarang mencari bukti-bukti dugaan korupsi instalasi listrik di beberapa ruangan RSUD Kabupaten Bekasi, Selasa (11/8).
CARI BUKTI : Tim Satgas Anti Korupsi Kejari Cikarang mencari bukti-bukti dugaan korupsi instalasi listrik di beberapa ruangan RSUD Kabupaten Bekasi, Selasa (11/8).

POJOKSATU.id, CIKARANG PUSAT – Belum selesai dengan proses hukum pada dugaan kasus korupsi yang membelit beberapa pejabat Kabupaten Bekasi, Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang kembali action. Setelah mengobok-obok kantor Dinas Kesehatan beberapa waktu lalu, kali ini RSUD Kabupaten Bekasi kembali menjadi ‘sasaran’ aksinya.

Kemarin, Selasa (11/8), lebih dari 10 orang petugas dari Kejari Cikarang mendatangi RSUD Kabupaten Bekasi yang berlokasi di Kecamatan Cibitung. Didampingi anggota polisi bersenjata laras panjang, Tim Satgas Anti Korupsi Kejari Cikarang mengobok-obok beberapa ruangan di RSUD.

Ada empat ruangan yang diobok-obok tim satgas tersebut. Yakni ruangan sekretariat, ruangan bendahara, ruangan bagian umum dan gudang mesin RSUD. Dari hasil penggeledahan, tim satgas kejari membawa berkas-berkas penting dan kopian dokumen lainnya.

Penggeledahan yang dilakukan sekitar dua jam itu untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan korupsi pengadaan instalasi listrik. Pengadaan tersebut menggunakan APBD 2013 dengan nilai anggaran Rp2,1 miliar.


Kepala Kejari Cikarang, Muhamad Teguh Darmawan mengatakan, penggeledahan yang dilakukan sebagai tindak lanjut dari dugaan adanya kerugian negara pada instalasi listrik di rumah sakit milik daerah tersebut. Ia menyebut ada dugaan mark up anggaran pada pengadaan instalasi listrik RSUD.

“Penggeledahan ini terkait penyimpangan pada kegiatan pemasangan instalasi listrik (mechanical electric) di RSUD,” kata Teguh seraya menambahkan kalau pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memastikan kerugian negara pada dugaan kasus tersebut.

Pada dugaan kasus tersebut, sambung Teguh, sudah ada 12 orang yang diperiksa sebagai saksi. Belasan saksi itu di antaranya merupakan pejabat penerima hasil pekerjaan, anggota panitia lelang dan beberapa pihak lainnya.

Dari seluruh saksi itu, tidak menutup kemungkinan pihak kejaksaan bakal menetapkan tersangka pada dugaan kasus tersebut dalam waktu dekat.

“Saat ini kami masih melakukan pendalaman dan pengumpulan alat bukti tambahan,” ujar Teguh.

Sementara itu, Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, Sumarti tak berdaya ketika melihat ruangan RSUD diobok-obok kejari. Ia menyerahkan persoalan dugaan korupsi tersebut ke pihak penegak hukum.

“Kami serahkan prosesnya kepada penegak hukum. Dan, kita menghormati proses hukum hingga terang benderang,” tuturnya.

Penggeledahan RSUD Kabupaten Bekasi kali ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya rumah sakit ‘pelat merah’ tersebut digeledah Kejari Cikarang pada dugaan kasus korupsi pengadaan mesin genset.

Pada dugaan kasus tersebut, kejari menetapkan tersangka dan menahan beberapa orang, termasuk Sahroni yang ketika itu menjabat sebagai direktur RSUD Kabupaten Bekasi.

Dugaan kasus korupsi yang membelit beberapa pejabat Kabupaten Bekasi mulai menyeruak dalam beberapa bulan terakhir. Setelah dugaan kasus korupsi pengadaan mesin genset RSUD yang kini masih dalam proses persidangan, kejari juga menetapkan tersangka dan menahan beberapa pejabat Satpol PP Kabupaten Bekasi, termasuk Dikdik Jasmedi Astra yang merupakan kepala Satpol PP.

Dikdik dan beberapa pejabat di Satpol PP Kabupaten Bekasi ditetapkan tersangka pada dugaan korupsi anggaran Pilgub Jawa Barat.

Setelah beberapa kasus dugaan korupsi di lingkup Pemerintahan Kabupaten Bekasi diungkap kejari, akan kah ada tersangka lain dalam kasus dugaan korupsi yang kini tengah ditangani?. (neo)