Daging Langka, Pedagang Bakso Libur

TERPAKSA TUTUP: Kios pedagang bakso milik Jauhari terpaksa tutup sementara lantaran mogoknya penjual daging sapi di sejumlah pasar di Kabupaten Bekasi.
TERPAKSA TUTUP: Kios pedagang bakso milik Jauhari terpaksa tutup sementara lantaran mogoknya penjual daging sapi di sejumlah pasar di Kabupaten Bekasi.
TERPAKSA TUTUP: Kios pedagang bakso milik Jauhari terpaksa tutup sementara lantaran mogoknya penjual daging sapi di sejumlah pasar di Kabupaten Bekasi.

POJOKSATU.id, BABELAN – Tingginya harga daging sapi di pasaran, membuat pedagang daging sapi melakukan aksi mogok masal menuntut pemerintah menekan harga di pasaran dengan melebihkan stok daging sapi. Hal itu berimbas pada aktivitas perdagangan yang lain seperti tutupnya kios penjual bakso di Babelan.

Seorang pedagang bakso, Jauhari, mengaku tidak bisa berdagang lantaran kesulitan mendapatkan daging sapi sebagai bahan baku pembuatan bakso.

“Libur dulu hari ini, besok mungkin baru jualan lagi kalau yang jual daging sapi sudah jualan,” katanya, kamarin.

Lantaran tidak bisa berjualan, dia hanya bisa melakukan bersih-bersih kios dan peralatan dapur untuk berdagang.


Meski sudah diberitahukan oleh pedagang daging sapi beberapa waktu lalu terkait aksi mogok, namun Jauhari mengaku tidak dapat membeli lebih banyak sebagai persediaan dagangannya.

“Sudah dibilangin sih sama dia, tapi ya mau bagaimana lagi? Modalnya nggak cukup untuk membeli lebih banyak lagi, ketinggian harga dagingnya,” keluhnya.

Naiknya harga daging sapi dikatakan oleh Jauhari sudah terjadi sejak sebelum Lebaran. Akan tetapi seharusnya harga daging sudah kembali normal hanya dalam beberapa hari.

Harga satu mangkok bakso milik Jauhari, saat ini dijual seharga Rp12 ribu, akan tetapi lantaran sulitnya mendapatkan bahan baku daging sapi, dia terpaksa menaikkan harga bakso yang dia jual menjadi Rp13 ribu.

“Baru dari hari Minggu kemarin saya naikkan seribu rupiah, habis mau bagaimana lagi nyari dagingnya susah,” pungkasnya. (ich)