Bupati Lepas Tangan Dinkes Digeledah Kejari

Neneng Hasanah Yasin
Neneng Hasanah Yasin
Neneng Hasanah Yasin

POJOKSATU.id, CIKARANG TIMUR – Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin seolah pasrah ketika disinggung soal penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi, beberapa waktu lalu. Ia menyerahkan persoalan itu sepenuhnya ke penegak hukum.

Ditemui dalam suatu acara di Cikarang Timur, Selasa (11/8), Neneng mengatakan, persoalan penggeledahan yang dilakukan Kejari merupakan kewenangan dari penegak hukum untuk mencari alat bukti. Ia menyadari tak bisa mengintervensi pada kasus dugaan korupsi incinerator tersebut.

“Pada prinsipnya saya tidak bisa ikut campur itu persoalan hukum,” tegasnya.

Dikatakan perempuan dua anak itu, persoalan incinerator hingga kini masih bersifat dugaan. Sehingga ia menyerahkan sepenuhnya ke pihak kejari untuk melengkapi alat bukti.


“Intinya itu wewenang dari pihak kejaksaan dan kita menghormati proses hukum yang ada,” singkatnya.

Sebelumnya, pada Senin (10/8), Kejari Cikarang mengobok-obok kantor Dinkes Kabupaten Bekasi. Penggeledahan itu untuk melengkapi alat bukti pada kasus dugaan korupsi pengadaan incinerator, atau alat pembakar sampah yang terdapat di 17 puskesmas di Kabupaten Bekasi.

Pihak kejari menggeledah empat ruangan kantor Dinkes selama sekitar 90 menit. Dari hasil penggeledahan itu, petugas kejaksaan membawa dokumen dan surat-surat penting untuk penyidikan lebih lanjut.

Pengadaan belasan alat pembakar sampah itu menggunakan APBD 2013 dengan nilai Rp2,5 miliar. Dikabarkan juga, mesin pembakar sampah tersebut sebelumnya tidak berdasarkan pengajuan. (dho)