16 Bayi Positif HIV, Lima Meninggal Dunia

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU.id, CIKARANG UTARA- Sebanyak 16 bayi di Kabupaten Bekasi dinyatakan positif terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang ditularkan orangtua mereka. Bahkan, Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Bekasi mencatat jumlah bayi yang terinfeksi HIV kian bertambah setiap tahun.

Virus yang menyebabkan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) didapat dari perilaku orangtua bayi yang positif terinfeksi HIV/AIDS. “Hingga Agustus 2015 ini tercatat ada sebanyak 16 bayi yang positif HIV dan saat ini masih kita tangani,” kata Pengelola Program HIV/AIDS KPA Kabupaten Bekasi, Ade Bawono, Selasa (11/8).

16 bayi yang positif HIV, kata Ade, tersebar di beberapa kecamatan di kabupaten Bekasi. Namun kasus tersebut lebih banyak didominasi oleh masyarakat perkotaan. Cara penularan HIV sehingga menginfeksi 16 bayi tersebut adalah melalui proses menyusui. Dimana bayi tersebut mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) dari ibu mereka yang telah terlebih dahulu mengidap HIV.

Ade menjelaskan, pihaknya sudah melakukan upaya perawatan kepada bayi-bayi yang terinfeksi HIV di RSUD Kabupaten Bekasi. Sayangnya dari 16 orang bayi itu, lima di antaranya meninggal dunia.
“Sekarang sedang kita tangani kasus di RSUD Kabupaten Bekasi, tapi ada sebagian lain yang meninggal dunia,” bebernya.


Dia menambahkan, untuk mengatasi bertambahnya jumlah pengidap HIV/AIDS, pihaknya memberikan program pelayanan deteksi dini di beberapa Puskesmas setiap kecamatan. Selain itu dia juga memberikan deteksi dini mobile visit dengna melakukan pengecekan di luar Puskesmas.

“Sekarang sudah ada 15 puskesmas di Kabupaten Bekasi bisa melakukan pelayanan pendeteksi dini HIV/AIDS,” jelasnya.

Ade menilai, masih banyak masyarakat yang menutup diri dari pelayanan HIV/AIDS yang diberikan pemerintah. Padahal dengan menutup diri maka, proses pelayanan kesehatan dan pemulihan sulit untuk dilakukan. Bahkan, dikhawatirkan virus tersebut dapat menyebar ke orang-orang di sekelilingnya tanpa disadari.

“Masyarakat kita masih sedikit sekali yang sadar soal pengecekan HIV/AIDS karena gengsi dan malu,” ujarnya. (mar)