Tunda Bertanam Menunggu Hujan

MENUNGGU HUJAN: Petani terlihat sedang memanen padi di musim kemarau ini. Dengan merosotnya produksi padi, petani kali ini belum berani untuk memulai kembali bercocok tanam sebelum hujan turun.
MENUNGGU HUJAN: Petani terlihat sedang memanen padi di musim kemarau ini. Dengan merosotnya  produksi padi, petani kali ini belum berani untuk memulai kembali bercocok tanam sebelum hujan turun.
MENUNGGU HUJAN: Petani terlihat sedang memanen padi di musim kemarau ini. Dengan merosotnya produksi padi, petani kali ini belum berani untuk memulai kembali bercocok tanam sebelum hujan turun.

POJOKSATU.id, SETU – Petani padi di Kecamatan Setu terpaksa harus menunda bercocok tanam akibat keterbatasan air irigasi yang mengaliri areal persawahan mereka. Kali ini mereka terpaksa harus menganggur sambil menunggu hujan kembali turun.

“Nunggu air hujan dulu baru bisa nanam padi lagi, hujannya juga harus tiga sampai lima kali biar tanah yang kering bisa langsung dibajak,” kata salah seorang petani, Emih (57), Senin (10/8).

Menurutnya, tanah yang kering akan sulit sekali untuk ditanam, kalaupun dipaksa menanam padi maka dipastikan hasil tanaman mereka bakal gagal. Musim kemarau yang panjang kali ini membuat lahan sawah yang seharusnya basah dengan pengairan yang cukup menjadi kering kerontang hingga pecah-pecah.

Panen kedua tahun ini, lanjut Emih, merupakan panen terparah yang pernah dirasakan di Kecamatan Setu. Sebab sebagian hasil panen dari sawah miliknya mengalami puso sehingga gagal panen. “Panen kedua ini gagal karena nggak ada air, mudah-mudahan besok nanam pertama lagi hasilnya bisa bagus,” harapnya.


Setelah hujan turun sedikitnya tiga kali, dipastikan petani langsung turun ke sawah untuk membajak lahan sawah dengan menggunakan traktor.

Petani lainnya, Anyim (60) mengaku masih menunggu hujan turun baru akan turun ke sawah. Untuk sementara waktu ia memilih diam di rumah sambil menjemur padi hasil panen merekat (kedua).

“Masih nunggu hujan dulu baru ke sawah lagi, percuma kalau langsung kesawah airnya juga nggak ada,” katanya. (mar)