Status JPO Cikarang Belum Jelas

TIDAK JELAS: Status Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan RE Martadinata belum jelas, apakah kepemilikannya oleh swasta atau milik Pemda Kabupaten Bekasi.
TIDAK JELAS: Status Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan RE Martadinata belum jelas, apakah kepemilikannya oleh swasta atau milik Pemda Kabupaten Bekasi.
TIDAK JELAS: Status Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan RE Martadinata belum jelas, apakah kepemilikannya oleh swasta atau milik Pemda Kabupaten Bekasi.

POJOKSATU.id, CIKARANG UTARA – Keberadaan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di depan Pasar Cikarang, hingga saat ini status kepemilikannya belum jelas. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Herman Hanapi.

Kata dia, belum ada surat yang dapat menegaskan status kepemilikan JPO tersebut apakah milik pemerintah atau milik pengembang swasta. “Setahu saya itu bagian CSR dari SGC, tapi hingga saat ini belum pada pengalihan kepemilikan maupun perawatan dari SGC ke Pemkab,” ungkapnya.

Pihaknya menilai, jika segala sesuatunya telah ditempuh, berbagai cara bisa dilakukan untuk memelihara JPO yang seharusnya bisa digunakan oleh masyarakat umum. Dengan demikian tidak ada keluhan dari masyarakat dengan adanya JPO yang rentan roboh dan membahayakan warga yang melintas di bawahnya.

“Kalau sudah ada perjanjian kan bisa dipelihara dengan baik, di sini cuma tahu yang bangun tapi yang pelihara kan belum jelas oleh Dinas Bangunan atau Dinas Perhubungan,” terangnya.


Dia menambahkan, penggunaan JPO sesuai dengan aturannya perlu ditunjang dengan fasilitas lalin seperti trotoar maupun perbaikan dan pemagaran. (put)