PT Samsung Dikepung AOB

BERAKSI : Ratusan massa dari AOB menggelar aksi di depan PT Samsung menuntut pengelolaan limbah perusahaan, Senin (10/8).
BERAKSI : Ratusan massa dari AOB menggelar aksi di depan PT Samsung menuntut pengelolaan limbah perusahaan, Senin (10/8).
BERAKSI : Ratusan massa dari AOB menggelar aksi di depan PT Samsung menuntut pengelolaan limbah perusahaan, Senin (10/8).

POJOKSATU.id, CIKARANG UTARA – PT Samsung yang berlokasi di Kawasan Industri Jababeka dikepung ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Ormas Bekasi (AOB), Senin (10/8). Mereka mendatangi perusahaan asal Korea itu menggelar aksi terkait pengelolaan limbah.

Beruntung aksi tersebut tidak berlangsung lama karena pihak perusahaan menerima perwakilan AOB untuk mediasi. Ratusan massa itu pun menunggu hasil mediasi antara kedua belah pihak.

Sekjen AOB, Mulyadi mengatakan, aksi yang dilakukannya itu merupakan bentuk kekecewaan karena tidak dilibatkan dalam pengelolaan limbah PT Samsung. Menurut dia, pengelola limbah perusahaan itu kerap dikuasai oleh orang lain yang bukan putra daerah.

“Setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh penghidupan yang lebih layak jangan sampai kita mati di lumbung sendiri, dan aksi inipun terkait apa yang tidak didapatkan, alangkah lebih eloknya putra daerah diutamakan oleh pihak perusahaan,” katanya.


Bukan hanya pihak perusahaan yang disebut tidak adil terhadap putra daerah, kata Mulyadi, pemerintah daerah pun terkesan acuh untuk melibatkan warga asli Bekasi dalam hal pengelolaan limbah.

“Memang dalam Undang-undang atau dalam perda tentang tata kelola limbah rapi dalam penerapannya kita tidak pernah dilibatkan itu kenyataannya kita tidak dilibatkan, seharunya kita yang diutamakan untuk kesejahtraan masyarakat Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

“Kita semua akan menunggu hasil keputusan mediasi, kita lakukan ini bukan sekadar mencari untuk diri sendiri melainkan untuk bersama sebagai putra daerah,” tuturnya. (dho)