Lonjakan Penduduk Diprediksi Bertambah 2,5 Persen

Nani Suwarni
Nani Suwarni
Nani Suwarni

POJOKSATU.id, CIKARANG PUSAT- Penertiban pendatang baru melalui operasi yustisi hingga kini belum dilakukan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Namun Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) memperkirakan bakal ada lonjakan penduduk pascalebaran lebih dari 2,5 persen.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Bekasi, Nani Suwarni mengatakan, tingginya lonjakan penduduk pascalebaran karena banyaknya industri di Kabupaten Bekasi. Ia menyebut jika daerah ini sebagai ‘surganya’ kaum urban.

Hingga saat ini, Disdukcapil Kabupaten Bekasi masih sebatas mengeluarkan wacana untuk melakukan operasi yustisi. Kata Nani, penertiban pendatang baru akan dilakukan di 10 kecamatan yang merupakan kantong penduduk terbanyak.

Sasaran penertiban, sambung Nani, akan difokuskan di tiga titik, di antaranya rumah kontrakan dan kosan.


“Kami akan lakukan koordinasi dengan Muspika kecamatan dalam penertiban ini dan akan memberikan Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS) yang berlaku hingga satu tahun,” ucapnya.

Didesak soal kapan pelaksanaan operasi yustisi, Nani menyebutkan jika penertiban dilakukan dalam waktu dekat selama dua pekan. Jika kedapatan pendatang baru tidak memiliki KTP, kata dia, akan dipulangkan kembali ke daerah asalnya.

“Jadi harus mempunyai keahlian supaya tidak menjadi pengangguran di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Nani menyinggung soal melibatkan penegak hukum dalam operasi yustisi. Karena kata dia, pendatang baru yang melanggar peraturan akan langsung disidang untuk mendapatkan keputusan.

“Nanti mereka (pendatang baru) juga diwawancara dan di mana asalnya setelah dilakukan pendataan juga,” katanya. (dho)