Kendala di Percetakan, Ijazah Ditunda

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU.id, BEKASI – Sebagain besar siswa di Kota Bekasi untuk tingkat SMA dan SMK yang baru lulus, belum mendapatkan ijazah dan Surat Keterangan Hasil Ujian Umum (SKHUN). Sebagai gantinya, mereka menggunakan surat kelulusan dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

Hal ini diakui oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi , Rudi Sabarudin. Menurut dia, belum dapatnya ijazah dan SKHUN untuk para siswa yang lulus dikarenakan ada kendala di percetakan yang ada di provinsi.

Namun, lanjut Rudi, ada beberapa sekolah yang sudah mendapatkan jiazah di antaranya seperti SMAN 1 Kota Bekasi. Kendati demikian, Dinas Pendidikan Kota Bekasi terus menagih ijazah dan SKHUN ke percetakan.

“Dinas Pendidikan hanya sebagai penyelenggara saat UN,  saat ini kami masih meminta untuk ijazah itu diberikan kepada siswa yang lulus di Kota Bekasi,“ terangnya.


Rudi menambahkan saat ini Dinas Pendidikan sudah memberikan surat keterangan kelulusan untuk mereka siswa yang ingin melamar pekerjaan ataupun melanjutkan kuliah.

“Kalau SKHUN berbeda dengan surat kelulusan, untuk saat ini mereka siswa yang lulus memegang surat keterangan lulus, agar mereka bisa melamar pekerjaan dan juga melanjutkan kuliah. Kita juga belum pastikan kapan akan selesai akan tetapi kami terus menagih ijazah dan SKHUN agar segera bisa dibagikan,” ungkapnya.

Rudi juga mengimbau kepada orangtua murid jika ada pungutan saat mengambil ijazah di sekolah, agar segera melaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Pasalnya, ijazah tersebut diberikan secara gratis, tanpa dipungut biaya.

“Yang dimaksud pungutan saat mengambil ijazah adalah siswa tersebut sudah melunasi administrasi sekolah, akan tetapi masih dimintai uang untuk biaya pengambilan ijazah. Diharapkan segera laporkan ke kami dengan bukti yang jelas, maka kami akan panggil sekolah yang melakukan pungutan tersebut, tetapi jika siswa tersebut belum melunasi administrasi sekolah maka kami tidak bisa menindak,” pungkasnya. (ran)