Kejari Obok-obok Kantor Dinkes

DIGELEDAH : Tumpukan dokumen penting didapatkan petugas Kejari Cikarang saat menggeledah kantor Dinkes Kabupaten Bekasi, Senin (10/8).
DIGELEDAH : Tumpukan dokumen penting didapatkan petugas Kejari Cikarang saat menggeledah kantor Dinkes Kabupaten Bekasi, Senin (10/8).
DIGELEDAH : Tumpukan dokumen penting didapatkan petugas Kejari Cikarang saat menggeledah kantor Dinkes Kabupaten Bekasi, Senin (10/8).

POJOKSATU.id, CIKARANG PUSAT – Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi digeledah petugas dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang, Senin (10/8). Pihak kejari mengobok-obok dinas tersebut untuk mencari alat bukti pada dugaan kasus korupsi pengadaan mesin incinerator.

Beberapa petugas kejari masuk ke dalam ruangan kantor Dinkes sejak pukul 10. Ada empat ruangan yang digeledah di antaranya ruangan perencanaan, gudang dan ruangan kepala dinas. Penggeledahan memakan waktu sekitar 90 menit.

Dari empat ruangan yang digeledah, pihak kejari menemukan sejumlah dokumen yang dianggap sebagai alat bukti. Seperti catatan-catatan penting, agenda surat masuk dan beberapa surat penting lainnya.

Kapala Seksie (Kasie) Pidsus kejari Cikarang Fik Fik Zulrofik mengatakan diruang kepala dinas pihaknya menemukan ada beberapa catatan-catatan agenda surat masuk dan beberapa surat penting lainnya.


“Memang alat bukti tambahan sudah kami dapatkan sebagian dan apapun bentuknya itulah akan menjadi bukti di persidangan” ucap Kasie Pidsus Kejari Cikarang, Fik Fik Zulrofik.

Kasus dugaan korupsi incinerator tahun anggaran 2013 sebelumnya berstatus penyelidikan. Setelah berjalannya waktu, kasus tersebut meningkat menjadi penyidikan yang membutuhkan alat bukti untuk dibawa ke persidangan.

Namun meski status meningkat, Kejari Cikarang belum menetapkan satu pun tersangka dalam dugaan kasus tersebut.

“Makanya kita akan mengumpulkan alat bukti, baru siapa yang nanti akan menjadi calon tersangkanya” terangnya.

Terpisah, Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Muhyiddin mengaku tidak mengetahui jika ada penggeledahan yang dilakukan kejari di kantor Dinkes. Ia hanya mengatakan akan mencari tahu informasi soal penggeledahan itu ke beberapa pihak, termasuk Dinkes.

“Saya kroscek dulu ya, saya belum mengetahuinya,” ucap dia.

Dugaan kasus korupsi pengadaan mesin incinerator sebenarnya sudah dilaporkan ke Kejari Cikarang sejak beberapa waktu lalu. Dugaan kasus ini bahkan sempat lolos dari audit Inspektorat Kabupaten Bekasi.

Muhyiddin berencana untuki melakukan komunikasi dengan Inspektorat untuk mencari tahu penyebab lolosnya audit pengadaan mesin tersebut.
Mesin incinerator atau mesin pembakar sampah terdapat di 17 puskesmas di Kabupaten Bekasi. Pengadaan mesin tersebut menggunakan APBD 2013 sebesar Rp2,5 miliar.

Hingga saat ini, seluruh mesin pembakar sampah itu tidak berfungsi dengan baik. Apalagi tersiar kabar kalau pihak puskesmas tidak pernah mengajukan pengadaan mesin tersebut karena terbentur Sumber Daya Manusia (SDM). (dho)