Atlet Wushu Kota Jadi Bidikan Daerah Lain

TINJU SAMSAK : Dua atlet wushu putri Kota Bekasi ini dipastikan bakal tampil di Pra-PON XIX dengan membela daerah yang berbeda. Sumiyati (kiri) dipastikan bakal tampil untuk Wushu Indonesia (WI) Banten, sedangkan Nur Sa’adah (kanan) masih berjuang untuk lolos memperkuat Jabar.
TINJU SAMSAK : Dua atlet wushu putri Kota Bekasi ini dipastikan bakal tampil di Pra-PON XIX dengan membela daerah yang berbeda. Sumiyati (kiri) dipastikan bakal tampil untuk Wushu Indonesia (WI) Banten, sedangkan Nur Sa’adah (kanan) masih berjuang untuk lolos memperkuat Jabar.
TINJU SAMSAK : Dua atlet wushu putri Kota Bekasi ini dipastikan bakal tampil di Pra-PON XIX dengan membela daerah yang berbeda. Sumiyati (kiri) dipastikan bakal tampil untuk Wushu Indonesia (WI) Banten, sedangkan Nur Sa’adah (kanan) masih berjuang untuk lolos memperkuat Jabar.

POJOKSATU.id, BEKASI – Pengurus Daerah (Pengda) wushu Banten sepertinya belum puas untuk kembali merekrut atlet wushu Kota Bekasi yang akan menjadi skuad Pra-PON Banten.

Setelah dua atlet direkrut, tawaran kembali datang dari WI Banten agar sejumlah atlet wushu Kota Bekasi dapat mengikuti proses seleksi yang dilakukan WI Banten.

Pelatih Wushu Kota Bekasi, Ardianto mengatakan, memang WI Banten telah mengajukan kembali tawaran kepada atletnya setelah merekrut dua atlet yang bakal membela WI Banten di ajang Pra-PON nanti.

”Banten minta ada uji coba lagi 13 Agustus nanti, tapi atlet kita sedang ada beberapa yang mengalami cedera. Di samping itu, WI Lampung juga telah lebih dulu mengajukan kepada kami,” terang dia saat berbincang santai dengan Radar Bekasi di KONI Kota Bekasi.


Lebih jauh kata Anto, atlet Kota Bekasi yang sulit bersaing untuk memperkuat PON Jawa Barat tetapi menjadi bidikan bagi daerah lain lewat status pinjaman.

”Kita kasihan ke atlet, kalau tidak ikut ambil bagian, mereka  tidak ada pemasukan, kalau hanya mengandalkan dana pembinaan saja jauh dari cukup. Makanya untuk kebaikan atket dan itu pun juga jika atlet bersedia untuk memperkuat daerah lain dengan status pinjaman,” tambah dia.

Di samping itu, meminjamkan atlet untuk daerah lain yang akan berlaga di ajang sekelas PON sangat bermanfaat bagi jam terbang atlet terlepas dari hasil yang dia dapat.

Sebelumnya Anto juga memastikan satu atlet putri telah diminta Banten pasca uji coba pertama. Atlet yang dipastikan akan dipinjamkan yaitu, Sumiyati yang juga ambil bagian di Porda 2014 lalu. ”Yang sudah pasti itu Sumiyati, yang lain masih diuji lagi,” sambung Anto.

Anto juga menegaskan, prediksi dibatalkannya uji coba dengan Banten karena jadwal berbenturan dengan kejuaraan atlet di Jawa Barat.

”Di uji coba kemarin atlet kita main pertama, menang terus cedera. Mereka minta uji coba lagi tapi di Bandung juga ada kejuaraan,” tandasnya. (one)