Pengawasan Tenaga Kerja Lemah

HALAL BIHALAL: Konsolidasi Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) di salah satu rumah makan di Tambun Selatan.
HALAL BIHALAL: Konsolidasi Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) di salah satu rumah makan di Tambun Selatan.
HALAL BIHALAL: Konsolidasi Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) di salah satu rumah makan di Tambun Selatan.

POJOKSATU.id, TAMBUN SELATAN – Konfedrasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menilai pengawasan terkait keselamatan kerja di Kabupaten Bekasi masih lemah. Hal itu disimpulkan dengan melihat banyaknya kecelakaan kerja di beberapa perusahan belakangan ini. Demikian dikatakan Ketua Umum KASBI, Nining Elitos, Minggu (9/8).

Menurut dia, kecelakaan kerja merupakan kelalaian, dan harus ada penegakan hukum yang dilakukan oleh pengawasan agar dapat memberikan efek jera. “Artinya bukan hanya kesejahteraan saja, keselamatan kerja juga perlu diperhatikan dan Ini jadi tugas organisasi buruh,” katanya.

Kepada Radar Bekasi dia menjelaskan, sebagus apa pun kebijakan pemerintah dalam pengawasan dan penegakan hukum, bila tidak diimplementasikan  untuk efek jera kepada pemodal maka akan terjadi berulang-ulang.

“Jadi tidak hanya bicara keselamatan kerja saja, persoalan menyeluruh terhadap perusahan penegakan hukum oleh pemerintah diakui masih lemah,” lanjutnya.


Dia menambahkan, organisasinya beserta organisasi buruh yang lain akan berjuang untuk mendapatkan upah yang layak dalam penentuan UMK mendatang sesuai dengan kebutuhan bagi buruh.

“Nominalnya belum dipastikan tapi yang jelas harus sesuai,” tandasnya. (dho)