Minim Pengetahuan Sebabkan Gagal Panen

MINIM PENGETAHUAN: Bertani tidak hanya membutuhkan lahan, tetapi modal pengetahuan juga dibutuhkan agar tanaman menuai hasil sesuai yang diinginkan.
MINIM PENGETAHUAN: Bertani tidak hanya membutuhkan lahan, tetapi modal pengetahuan juga dibutuhkan agar tanaman menuai hasil sesuai yang diinginkan.
MINIM PENGETAHUAN: Bertani tidak hanya membutuhkan lahan, tetapi modal pengetahuan juga dibutuhkan agar tanaman menuai hasil sesuai yang diinginkan.

POJOKSATU.id, TAMBUN UTARA – Minimnya pengetahuan dalam hal bertani menyebabkan petani di Kampung Puloputer, Desa Srimahi mengalami kegagalan. Tak tanggung-tanggung, tanaman buah belewah seluas 6.000 meter dinyatakan gagal panen.

Jumbo (44), petani di Kampung Puloputer, Desa Srimahi mengakui hal itu. Menurut dia, dengan modal pengetahuan yang pas-pasan menyebabkan kerugian yang besar, tanaman buah belewahnya dinyatakan gagal panen.

Dituturkan Jumbo, awalnya ia berencana untuk menanam padi di lahan miliknya. Namun karena minimnya pengetahuan dan pengalaman, ia pun mengurungkan niatnya.

Lalu ia mencoba untuk menanam buah belewah yang dianggapnya lebih mudah ketimbang menanam padi. Ternyata, modal pengetahuan yang minim membuatnya merugi. Tanaman belewahnya gagal panen.


“Kemarin sempat coba nanem belewah seluas 6.000 meter, tapi gagal total, gak ada yang numbuh satupun,” ujarnya.

Setelah gagal, Jumbo kembali berencana untuk menanam tanaman kacang panjang. Ia mengaku sudah mendapat informasi dan pengetahuan untuk menanam tanaman tersebut.

“Saat ini saya mau coba tanem kacang panjang, sudah ada masukan dari beberapa teman, tapi masih sedikit ragu,” katanya.

Disinggung soal informasi atau penyuluhan yang diterima dari Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K), Jumbo mengaku tak mengetahuinya.

“Saya gak tahu kalau ada lembaga itu, emang kantor mereka untuk Tambun Utara ada di mana? Kalau mereka gak mau melakukan penyuluhan di sini, ya biar saya saja ke sana,” katanya. (ich)