Kinerja Disbimarta Lamban

JALAN RUSAK : Para pengendara bermotor harus waspada saat melintas di Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur. Selain jalannya rusak parah, di wilayah tersebut juga sangat minim lampu penerangan jalan umum (PJU). ARIESANT/RADAR BEKASI
JALAN RUSAK : Para pengendara bermotor harus waspada saat melintas di Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur. Selain jalannya rusak parah, di wilayah tersebut juga sangat minim lampu penerangan jalan umum (PJU). ARIESANT/RADAR BEKASI
JALAN RUSAK : Para pengendara bermotor harus waspada saat melintas di Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur. Selain jalannya rusak parah, di wilayah tersebut juga sangat minim lampu penerangan jalan umum (PJU). ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, BEKASI – Kinerja Dinas Binamarga dan Tata Air (Disbimarta) untuk memperbaiki jalan dan saluran air (drainase) di Kota Bekasi sangat lambat dan jauh dari yang diharapkan.

Bagaimana tidak, Disbimarta yang kebagian Rp650 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah  (APBD) 2015, memasuki triwulan ketiga ini, yang terserap baru 17 persen.

Kepala Disbimarta, Tri Ardhianto mengakui, dari anggaran Rp650 milar itu, pihaknya harus melakukan sebanyak 850 kegiatan, mulai dari perbaikan jalan dan drainase.

”Memang untuk penyerapan anggaran Disbimarta dari APBD masih sangat kecil, yakni baru 17 persen. Tapi jika dilihat dari penyelesaian maupun proses pengerjaan sudah mencapai 570 kegiatan atau sekitar 67 persen,” klaim Tri.


Menurutnya, jika dilihat dari penyerapan anggaran memang masih minim, namun apabila dilihat dari pengerjaan sudah cukup baik.

”Untuk pembayaran semua proyek kami lakukan di akhir bulan, jadi wajar saja penyerapannya kecil. Apalagi belum semua pengerjaan selesai, dan sisa proyek ada juga masih ada pelelangan tander untuk menentukan siapa yang akan melakukan pekerjaan perbaikan jalan dan drainase,” bebernya.

Anggota Komisi B DPRD Kota Bekasi, Linggom Toruan menilai, minimnya penyerapan anggaran yang dilakukan Disbimarta bisa menghambat pembangunan berbagai fasilitas umum di Kota Bekasi.

”Kami sudah berencana untuk melakukan rapat evaluasi dengan Disbimarta terkait minimnya penyerapan anggaran dan capaian pekerjaan. Kalau sampai saat ini yang terserap masih 17 persen, bisa dipastikan ada yang tidak beres pada dinas terkait. Apalagi laporan masyarakat seperti kualitas jalan maupun perbaikan drainase dinilai masih kurang baik, oleh sebab itu hal ini menjadi bahan evaluasi kami saat rapat di Komisi B,” janji Linggom. (and)