Beralih Tanam Palawija

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU.id, CIKARANG PUSAT – Untuk mensiasati musim kemarau yang panjang, Kontak Tani Nelaya Andalan (KTNA) mulai mencoba merubah pola pertanian. Dari yang sebelumnya fokus bercocok tanam padi, kini mereka menggantinya dengan tanaman palawija.

Ketua KTNA Kabupaten Bekasi, Daris Salam mengatakan, tanaman palawija tidak banyak membutuhkan air dan sangat cocok untuk ditanam di musim kemarau. Tidak seperti bercocok tanam padi yang memang membutuhkan saluran irigasi untuk pengairan, bercocok tanam palawija dinilai lebih efisien.

“Jadi harus putar otak dan mencari alternatifnya, supaya petani juga punya penghasilan untuk kesejahteraan hidup,” katanya.

Menurut dia, pola berpikir petani juga harus berubah. Tidak harus terus bercocok tanam padi, tetapi juga bisa menyilangkan musim tanamnya dengan palawija seperti jagung, cabai, kedelai, hingga buah-buahan.


Dia menjelaskan, daerah pertanian seperti Babelan, Tarumajaya, Sukawangi dan Tambelang memang cocok untuk menanam palawija. Bahkan dia sudah melakukannya dengan sistem tumpangsari yaitu menanam jagung dan kedelai hingga 1,3 hektar. Hasilnya memuaskan, 11 ton jagung dipanen, sedangkan untuk kedelai justru dua kali panen hingga mendapatkan 5 ton.

Selain menanam jagung dan kedelai, pihaknya juga saat ini mulai melakukan percobaan penanaman cabai merah.  “Ini justru lebih menguntungkan ketimbang tanam padi,” ungkapnya.

Dia berharap, petani yang lain juga mau mempraktikan penanaman tersebut agar tidak mengalami kerugian di musim kering. (dho)