Aspec Minta JPO Dibongkar

MINTA DIBONGKAR: Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang terletak di Jalan RE Martadinata diusulkan untuk segera dibongkar lantaran dinilai membahayakan warga dan pengendara yang melintas.
MINTA DIBONGKAR: Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang terletak di Jalan RE Martadinata diusulkan untuk segera dibongkar lantaran dinilai membahayakan warga dan  pengendara yang melintas.
MINTA DIBONGKAR: Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang terletak di Jalan RE Martadinata diusulkan untuk segera dibongkar lantaran dinilai membahayakan warga dan pengendara yang melintas.

POJOKSATU.id, CIKARANG UTARA – Asosiasi Pedagang Cikarang (Aspec) mendesak pemerintah terkait agar melakukan pembongkaran pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan RE Martadinata. Pasalnya, JPO yang sudah tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya itu dinilai membahayakan.

Ketua Aspec, Sudirman mengungkapkan, keberadaan JPO yang sudah ada sejak 5 tahun lalu itu dinilai tidak memberikan manfaat bagi pejalan kaki. Meski sudah lama berdiri, akan tetapi kondisinya saat ini sudah keropos dan mengkhawatirkan.

“JPO itu nggak ada fungsinya, saya lihat jarang ada orang yang lewat di situ dan kebanyakan orang memilih menyeberang melewati pagar besi pembatas jalan,” ungkapnya.

Minimnya antusias masyarakat untuk melintasi JPO tersebut disebabkan kondisi JPO sudah tidak layak digunakan. Hal itu membuat pejalan kaki yang hendak menyeberang justru menjadi khawatir bakal terjatuh atau bahkan jembatan itu runtuh.


Tidak layaknya kondisi bangunan JPO dapat dilihat dari konstruksi fisik yang terlihat berkarat, dan besi yang menopang mulai keropos. “Sudah mulai rusak itu JPO, kalau dipaksakan buat lewat juga malah takut membahayakan orang yang melintas maupun yang di bawah JPO itu,” tambahnya.

Ia mengharapkan agar keberadaan JPO usang itu bisa segera diatasi. Karena, bangunan tersebut merupakan fasilitas umum yang juga dibutuhkan banyak orang. Dan sangat berbahaya jika tiba-tiba runtuh dan menimpa siapa saja yang melintas di bawahnya.

“Ada tindak lanjutnya saja, mau dibenerin atau mending dibongkar sekalian dari pada membahayakan orang,” tandasnya. (put)