Tempat Biliar Dijadikan Tempat Berjudi

DISOAL WARGA: Salah satu lokasi permainan biliar yang diduga menjadi sarang perjudian di komplek Ruko Mega Regency, Serangbaru ini disoal warga RT 09/05.
DISOAL WARGA: Salah satu lokasi permainan biliar yang diduga menjadi sarang perjudian di komplek Ruko Mega Regency, Serangbaru ini disoal warga RT 09/05.
DISOAL WARGA: Salah satu lokasi permainan biliar yang diduga menjadi sarang perjudian di komplek Ruko Mega Regency, Serangbaru ini disoal warga RT 09/05.

POJOKSATU.id, SERANGBARU – Warga RT 09/05 Kampung Pasirrandu, Desa Sukasari menyoalkan keberadaan tempat permainan biliar lantaran adanya dugaan aktivitas perjudian di tempat tersebut. Warga semakin resah lantaran selain digunakan sebagai tempat perjudian, ruko dua lantai itu juga disinyalir menjadi tempat untuk berpesta minuman keras.

Ketua RT setempat, M Kamol menyatakan, keberadaan tempat permainan biliar sudah dikhawatirkan warga dapat memberikan dampak negatif bagi warga sekitar. Dengan alasan itu, pihaknya berharap agar pihak berwenang menutup tempat tersebut dan tidak boleh ada aktivitas lagi.

“Kita minta tempat biliar itu ditutup karena sudah meresahkan, di situ ternyata dijadikan sarang judi, yang main biliar disana pada taruhan,” ujarnya, Jumat (7/8).

Ia menjelaskan, tempat biliar yang ada di ruko perumahan itu sudah beroperasi selama satu tahun lalu. Namun sejak enam bulan terakhir keberadaannya selalu dijadikan ajang taruhan oleh pengunjungnya. Bahkan, dia menduga ada oknum anggota kepolisian yang juga ikut terlibat dalam aktivitas judi bola sodok itu.


Warga sekitar sendiri sebenarnya sudah sering melakukan protes terhadap aktivitas perjudian di dalam tempat tersebut. Akan tetapi, protes yang dilakukan warga tidak mendapatkan tanggapan sehingga operasional tempat permainan biliar itu masih beroperasi.

Kamol menambahkan, jika sampai akhir Agustus ini lokasi permainan biliar tersebut nekat masih terus beroperasi, warga mengancam bakal menutupnya secara paksa.

“Kemarin katanya akhir Agustus mau tutup, jadi nanti seandainya belum ditutup juga maka warga akan menutupnya secara paksa. Karena ini sudah sangat meresahkan sekali,” ungkapnya.

Selain adanya dugaan perjudian dan pesta minuman keras, salah satu sebab lain warga bersikap tegas adalah tidak adanya izin yang sesuai dengan peruntukannya. “Dulu izinnya buat usaha lain bukan buat biliar,” imbuh Kamol.

Terpisah, Kapolsek Serangbaru, AKP Sukedi saat dijumpai Radar Bekasi membenarkan adanya aktivitas perjudian di tempat biliar yang dimaksud. Untuk itu pihaknya berencana bakal melakukan tindakan sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Sebenarnya biliar itu kan arena olahraga, cuma jika benar ada praktik perjudian di situ maka kami tetap akan melakukan tindakan,” katanya. (mar)