Tak Ada Skala Prioritas, Urban Serbu Loker

DISERBU : Bursa lowongan kerja dihelat untuk memenuhi target pemerintah daerah yakni menyerap 50 ribu tenaga kerja baru. Namun belum bisa dipastikan jika pencari kerja yang sudah diserap di perusahaan merupakan warga asli Bekasi.
DISERBU : Bursa lowongan kerja dihelat untuk memenuhi target pemerintah daerah yakni menyerap 50 ribu tenaga kerja baru. Namun belum bisa dipastikan jika pencari kerja yang sudah diserap di perusahaan merupakan warga asli Bekasi.
DISERBU : Bursa lowongan kerja dihelat untuk memenuhi target pemerintah daerah yakni menyerap 50 ribu tenaga kerja baru. Namun belum bisa dipastikan jika pencari kerja yang sudah diserap di perusahaan merupakan warga asli Bekasi.

POJOKSATU.id, CIKARANG SELATAN – Serbuan pencari kerja dari kaum urban di Kabupaten Bekasi tak mampu dibendung pemerintah daerah. Tak ayal, persaingan pencari kerja antara kaum urban dan warga semakin ketat.

Seharusnya, pemerintah daerah memiliki skala prioritas, termasuk dalam hal penyerapan tenaga kerja. Namun menurut Wakil Bupati Bekasi Rohim Mintareja, hal itu tidak bisa dilakukan karena masing-masing perusahaan memiliki standar yang berbeda dalam membuka lowongan pekerjaan (loker).

“Kita sudah sarankan perusahaan nerimanya (warga) yang asli Kabupaten Bekasi, kita nggak bisa ngelarang juga karena ini kan Indonesia,” ujarnya.

Menurut Rohim, Kabupaten Bekasi sebagai sasaran kaum urban menjadi hal yang wajar karena terdapat ribuan perusahaan. Maka tak aneh jika serbuan dari para pendatang bisa dipastikan terjadi setiap setahun sekali, terutama setelah Lebaran.


Pemerintah daerah selama ini hanya mampu mengeluarkan imbauan kepada perusahaan untuk mengutamakan pencari kerja asal Bekasi. Tujuannya tidak lain untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Bekasi.

Persaingan pencari kerja secara langsung memunculkan sikap optimistis dari Rohim kalau program penyerapan tenaga kerja sebanyak 50 ribu bakal terwujud hingga di akhir masa jabatannya nanti. Namun ia tak menjelaskan dari puluhan ribu yang ditargetkan itu merupakan warga asli Bekasi atau pendatang.

“Jangan sampai penduduk Bekasi ini banyak yang nganggur,” katanya.

Penyerapan 50 ribu tenaga kerja baru merupakan salah satu program dari pemerintah daerah saat ini. Program tersebut ditarget akan terpenuhi pada 2017 mendatang.

Berdasarkan informasi, dari program itu, hingga kini sudah ada sekitar 41 ribu tenaga kerja baru yang sudah diserap dunia industri di Kabupaten Bekasi. (neo)