Kemarau, Omzet Pedagang Pupuk Anjlok

LESU : Sejak musim kemarau melanda Kabupaten Bekasi, areal persawahan terkena dampaknya. Bahkan rentetan kekeringan juga menyebabkan penjualan pupuk anjlok.
LESU : Sejak musim kemarau melanda Kabupaten Bekasi, areal persawahan terkena dampaknya. Bahkan rentetan kekeringan juga menyebabkan penjualan pupuk anjlok.
LESU : Sejak musim kemarau melanda Kabupaten Bekasi, areal persawahan terkena dampaknya. Bahkan rentetan kekeringan juga menyebabkan penjualan pupuk anjlok.

POJOKSATU.id, TAMBUN UTARA – Pedagang pupuk mengeluhkan turunnya omzet penjualan. Penurunan keuntungan disebabkan karena musim kemarau yang berdampak pada proses pertanian.

Misar (43), pedagang pupuk di Tambun Utara mengatakan, penurunan omzet di musim kemarau saat ini cukup drastis. Untuk bisa menjual setengah karung pupuk saja, kata dia, saat ini sudah cukup.

“Penjualan turun banget ini, boro-boro bisa jual satu karung, setengah karung aja kita udah bersyukur,” ujarnya.

Musim kemarau yang menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah membuat areal persawahan tidak mendapat suplai air. Menurut Misar, hal itu lah yang menjadi penyebab utama lesunya penjualan pupuk saat ini.


“Selain banyak pengembang, saluran air kan kemarin mampet dan baru dibenahin, jadinya baru masuk ke sawah meskipun emang belom cukup kalau buat sawah padi ya semoga saja minggu depan udah normal lagi,” ungkapnya.

Meski sasaran sebenarnya petani yang menanam padi, namun untuk penjulan di musim kemarau saat ini berubah haluan. Misar kini menyasar petani kangkung agar modal dagangannya bisa kembali.

“Kalau sekarang ngelayanin petani kangkung aja, tapi kalau mereka yang beli paling sekilo atau dua kilo, ya gak kerasa buat modalnya kan, lambat jadinya, beda kalau petani padi yang beli bisa karung-karungan,” katanya. (ich)