Dishub Desak Pemborong Jalan Berkoordinasi

MASALAH KLASIK: Antrean kendaraan terlihat masih memadati Jalan Imam Bonjol, Kampung Rawamaju, Desa Sukadanau. Perbaikan jalan yang dilakukan oleh pihak pemborong hingga saat ini masih menyebabkan kemacetan.
MASALAH KLASIK: Antrean kendaraan terlihat masih memadati Jalan Imam Bonjol, Kampung Rawamaju, Desa Sukadanau. Perbaikan jalan yang dilakukan oleh pihak pemborong hingga saat ini masih menyebabkan kemacetan.
MASALAH KLASIK: Antrean kendaraan terlihat masih memadati Jalan Imam Bonjol, Kampung Rawamaju, Desa Sukadanau. Perbaikan jalan yang dilakukan oleh pihak pemborong hingga saat ini masih menyebabkan kemacetan.

POJOKSATU.id, CIKARANG BARAT – Kemacetan dari dampak perbaikan jalan kini kembali terjadi di Jalan Imam Bonjol, Kampung Rawamaju, Desa Sukadanau. Melihat kondisi tersebut, Kasi Manajemen Rekayasa Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Deni Hendra mendesak agar pihak pembangun melakukan koordinasi secepatnya. “Perbaikan belum ada koordinasi, baik ke polres maupun Dishub,” ujarnya, Jumat(7/8).

Kata dia, kemacetan yang terjadi dikarenakan tidak adanya koordinasi antara pihak pemborong dengan pihak terkait di Kabupaten Bekasi.
Pihaknya sendiri mengaku bakal melakukan imbauan kepada pengguna jalan tentang masih adanya titik kemacetan yang terjadi akibat berlangsungnya perbaikan jalan.

“Pengendara agar menghindari ruas Jalan Fatahilah. Sementara dari depan Coca-Cola sampai Koramil Cibitung akan dipasang spanduk dan rambu petunjuk,” paparnya.

Agar kemacetan tidak berlarut-larut, petugas dari Dishub bakal diterjunkan untuk melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas untuk mengurai kemacetan yang terjadi. “Hari  Senin spanduk sudah kita pasang,” tukasnya.


Sementara itu, salah seorang pengendara warga Kelurahan Telagaasih, Herdy Sopiandi (35) mengeluhkan kemacetan yang tidak kunjung selesai di jalur tersebut. Menurutnya, pembangunan yang dilaksanakan saat ini tidak memberikan solusi apa pun. “Kalau hanya tetap fokus di jalur negara akan tetap terjadi kemacetan. Karena jumlah pengendara di Kabuparen Bekasi sangatlah banyak,” ujarnya. (dan)