BKD Serahkan Nasib PNS Tersangka ke Majelis Etik

Gatot Suteja
Gatot Suteja
Gatot Suteja

POJOKSATU.id, BEKASI – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bekasi belum juga menetapkan status tiga Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sudah menjadi tersangka dalam kasus penjualan lahan Taman Pemakaman Umum (TPU) Sumurbatu seluas 1,1 hektar.

Dua orang yang sudah ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi, adalah Camat Bantargebang, Nurtani (N) dan Kasi Ekbang, Kecamatan Bantargebang, Sumiati (S). Sementara Gatot Suteja (GS) yang masih buron merupakan aktor utama, dan sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh Kejari Bekasi.

Menurut Kepala BKD, Reny Hendrawati, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Kejari Bekasi terkait penahanan dua PNS di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tersebut.

“Kami sudah melakukan komunikasi terkait penahanan dua PNS itu. Akan tetapi tidak langsung memberikan sanksi begitu saja, karena harus merapikan administrasi,” ujarnya.


Reny mengakui, untuk tingkat kedisiplinan dan administrasi pegawai menjadi kewenangan BKD, tapi jika ada yang bermasalah dengan hukum, pihaknya tidak punya kewenangan untuk memberikan sanksi.

“BKD punya kewenangan untuk mengumpulkan data administrasi, dan kami juga sudah mengirim surat kepada Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Setelah ada masukan dari BKN, baru disampaikan ke Wali Kota Bekasi selaku Kepala Daerah. Setelah itu Majelis Etik memutuskan sanksi kepada PNS yang tersangkut hukum,” terang Reny.

Saat ditanya mengenai kaburnya GS, Reny mengaku pihaknya sudah mengetahui. “Masalah kaburnya GS, kami sudah tahu, namun masih mengumpulkan data administrasi, dan selanjutnya akan diputuskan oleh Majelis Etik dan diketahui Wali Kota Bekasi,” pungkasnya. (and)