Bermula dari Dokumen Palsu Jual Beli Mobil

pembunuhan
Ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU.id, PONDOKGEDE – Terbongkarnya kasus pembunuhan sekretaris Presiden Direktur di PT XL Axiata, Hayriantira alias Rian (37), diawali dari terungkapnya pemalsuan dokumen jual beli mobil.

Hal itu tidak lepas dari laporan polisi oleh keluarga Rian, atas penemuan mobil Honda Mobilio milik korban, di kediaman Andy Wahyudi (38), di Komplek Departemen Kesehatan II, Kelurahan Jatibening.

Ketika itu, Rukmila, ibu Rian berkeliling komplek guna mencari rumah Andy, untuk menayakan keberadaan putrinya yang sudah lama menghilang. Rian sendiri dilaporkan sudah hilang sejak November 2014 lalu. Mayatnya tanpa identitas ditemukan di sebuah hotel di Garut, Jawa Barat, akhir Oktober 2014.

Saat mengitari komplek rumah Andy, Rukmila, ia melihat mobil Honda Mobilio B 1277 EOA milik anaknya. Tak pikir panjang lagi ibu korban langsung turun menghampiri mobil yang sedang terparkir tersebut. Beberapa menit kemudian keluarlah seorang lelaki yang diketahui bernama Andy yang mengaku pemilik mobil.


Mendengar pengakuan tersebut, Rukmila langsung berdebat mengenai status kepemilkan mobil dan menayakan keberadaan putrinya, tapi langsung dibantah Andy yang mengatakan tidak mengetahui keberadaan Rian.

Adu mulut pun tak dapat dihindari lagi, ibu korban terus ngotot mempertanyakan keberadaan putrinya kepada Andy, sebab mobil yang sehari-harinya dibawa Rian berada di tangan Andy.

Keributan tersebut akhirnya mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan ke rumah Andy.

“Iya katanya itu ibu, lagi cari anaknya yang lama gak pulang,” ucap Yeti Rupyantari, tetangga Andy, saat ditemui Jumat (7/8).

Yeti menuturkan, karena semakin ribut akhirnya pengurus RT dan warga lainnya datang untuk melerai pertengkaran itu. Sampai akhirnya, Andy  mengeluarkan dokumen bahwa mobil tersebut telah berpindah tangan dari pemilik awal. Dengan menunjukan bukti jual beli kendaraan tersebut.

“Pas waktu ada pengurus RT, pak Andy menunjukan dokumen jual beli mobil ke ibu itu, di depan warga juga pada melihat, dan sempat membuat surat pernyataan kalau Andy tidak mengetahui keberadaan Rian,” tandasnya.

Akhirnya ibu korban pulang tanpa mendapatkan hasil apa-apa. Tapi bukan pulang ke rumah ibu korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Hingga akhirnya kepolisian mendatangi kediaman Andy untuk menanyakan keaslian dokumen jual beli mobil.

Hasil penyelidikan pihak kepolisian menunjukan dokumen kepemilikan mobil tersebut adalah palsu, hingga akhirnya Andy dibawa pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan, yang akhirnya terungkap misteri hilangnya Rian sejak tahun lalu.

“Sempat bolak balik polisi ke rumahnya pak Andy. Hingga akhirnya pak Andy dibawa polisi, sempat ramai juga karena istrinya menghalangi agar pak Andy gak dibawa ke kantor polisi dan mendapat kabar lagi ternyata sebagai pelaku pembunuhan,” pungkasnya. (dat)