Warga Ogah Naik APTB dari Halte

TIDAK TERAWAT: Sebuah bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) sedang melintas di depan halte APTB yang tidak terawat dan kumuh di Jalan Joyomartono, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (6/5). Akibatnya, warga enggan untuk menunggu bus di halte tersebut. ARIESANT/RADAR BEKASI
TIDAK TERAWAT: Sebuah bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) sedang melintas di depan halte APTB yang tidak terawat dan kumuh di Jalan Joyomartono, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (6/5). Akibatnya, warga enggan untuk menunggu bus di halte tersebut. ARIESANT/RADAR BEKASI
TIDAK TERAWAT: Sebuah bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) sedang melintas di depan halte APTB yang tidak terawat dan kumuh di Jalan Joyomartono, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (6/5). Akibatnya, warga enggan untuk menunggu bus di halte tersebut. ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, BEKASI – Adanya larangan penumpang untuk naik turun bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) di luar halte, diprotes oleh warga Kota Bekasi. Pasalnya, selain repot, halte APTB yang disediakan juga tidak terawat (kumuh).

“Kalau mau naik APTB harus di halte-halte tertentu, penumpang bakal repot, ditambah lagi halte APTB yang ada di Kota Bekasi ini tidak terawat dengan baik,” kata Jurhasih, seorang pegawai swasta yang kerap menggunakan bus APTB jurusan Bekasi-Tanah Abang.

Menurutnya, larangan seperti itu cukup memberatkan penumpang. Sebab, mereka menilai tak ada keistimewaan ketika naik bus APTB dari halte yang sudah disediakan, tapi tidak terawat.

“Tarifnya juga sama saja, tidak ada perberbedaan kalau naik dari halte atau tidak, kecuali kalau pemerintah daerah bisa kasih subsidi naik APTB dari halte lebih murah,” ujar warga Margahayu ini.


Hal senada juga dilontarkan Daniel, yang menurutnya larangan tersebut akan sulit diterapkan. Pasalnya, APTB berbeda dengan bus Transjakarta. Ditambah lagi, keberadaan halte APTB juga kurang terawat, sehingga kenyamanan dan keamanan calon penumpang terganggu.

“Kalau mau naik APTB dari halte atau tidak harganya tetap sama. Warga Jakarta mentaati aturan naik dari halte, karena memang bus Transjakarta merupakan transportasi ekonomis, tapi kan kalau APTB berbeda kebijakannya. Dan pemerintah juga harus memperhatikan kebersihan dan kondisi haltenya,” saran Daniel.

Dia juga baru tahu, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akan memberlakukan aturan para sopir untuk tidak menaikkan penumpang selain di halte yang sudah disediakan. Semua sopir bus APTB tidak diperbolehkan menaikkan serta menurunkan penumpang di luar halte.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Supandi Budiman menegaskan, larangan tersebut mulai berlaku pekan ini. Semua sopir bus APTB tidak diperbolehkan menaikkan dan menurunkan penumpang di luar halte yang sudah disediakan.

“Aturan ini akan diterapkan, jadi jangan sampai halte APTB jadi bangkai,” ujar Supandi ketika dihubungi Radar Bekasi, kemarin.

Larangan seperti ini, tambah Supandi, sudah pernah diterapkan. Namun, belum terlaksana, sebab dianggap banyak bersinggungan dengan berbagai kepentingan yang ada. Dia menjelaskan, APTB bukanlah satu-satunya moda transportasi umum yang digunakan warga.  Ada beberapa moda transportasi lainnya seperti bus umum Mayasari Bhakti, dan angkutan umum Koasi. Sehingga, persaingan perebutan penumpang
pun terjadi.

“Ini sama-sama kejar setoran, tidak seperti bus Transjakarta yang hanya bisa menaikkan penumpang di halte yang sudah tersedia, kalau APTB harus berebut penumpang,” jelasnya.

Sekadar diketahui, pembangunan halte-halte APTB di Kota Bekasi menghabiskan dana sebesar Rp200 juta per halte. Saat ini, tercatat adan enam halte APTB yang ada di Kota Bekasi, yakni tiga di Jalan Joyomartono, Bekasi Timur, satu di Rawa Panjang, dan satu di dekat pintu tol Bekasi Barat, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Barat, serta satu halte lagi di dalam terminal Kota Bekasi.

Dari pantauan Radar Bekasi, kondisi halte-halte APTB yang anggaran perawatannya Rp100 juta per tahun ini sangat  memprihatinkan. Mulai dari cat yang terkelupas, ditambah lagi coretan pilok mengotori dinding halte, serta bau pesing di dalam halte. Bahkan puntung rokok dan sampah berserakan di lantai. (and)