Hari Ini, Dua Berkas Korupsi Dilimpahkan

Raden Mohamad Teguh Darmawan
Raden Mohamad Teguh Darmawan
Raden Mohamad Teguh Darmawan

POJOKSATU.id, CIKARANG PUSAT – Dua berkas kasus dugaan korupsi dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, hari ini, Rabu (6/5). Dua berkas tersebut yakni, kasus korupsi penyalahgunaan kegiatan program PNPM Mandiri Pedesaan di UPK Kecamatan Setu dan sekolah roboh SDN di Kecamatan Pebayuran.

Kepala Kejari Cikarang, Raden Mohamad Teguh Darmawan menjelaskan, kalau pihaknya juga akan melimpahkan berkas split atau rentetan kasus sekolah roboh SD di Pebayuran Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bandung hari ini.

“Mulai besok Rabu (hari ini, red), tersangka resmi menjadi tahanan PN Tipikor Bandung,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang, Raden Mohammad Teguh Darmawan.

Untuk kasus dugaan korupsi program PNPM, kata Teguh, melibatkan tersangka lelaki dengan inisial RU. Tersangka itu diketahui sebagai pengurus di salah satu LSM dan mengaku-ngaku sebagai aktif sebagai wartawan.


Sedangkan untuk tersangka perempuan dengan nama Agnes Iriana (38), diketahui baru saja diangkat menjadi wakil sekretaris Bidang Internal di DPC PDIP Kabupaten Bekasi periode 2015-2020.

Sementara untuk dugaan kasus sekolah roboh, sambung Teguh, berkasnya akan dilimpahkan setelah tersangka Fadilah tertangkap beberapa waktu lalu.
“Sedangkan satu berkas lainnya, dengan tersangka Fadillah, merupakan split sekolah roboh SD, dimana yang bersangkutan belum lama ini ditangkap di Papua,” jelasnya.

Setelah dilimpahkan, pihak Kejari Cikarang menunggu jadwal persidangan. Teguh berharap agar penyelesaian kasus tersebut segera dilakukan.

Terlepas dari dua kasus tersebut, Kejari Cikarang saat ini juga masih menjalani persidangan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan pada RSUD Kabupaten Bekasi dan sekolah roboh. Sedangkan kasus dugaan korupsi dua BUMD, kata dia, masih dalam tahap puldata dan pulbaket.

“RSUD dan sekolah roboh on progress, lagi proses tahapan sidang. BUMD on the track, masih puldata pulbaket,” ungkapnya.

Sekadar informasi, pada kasus PNPM Mandiri, terdapat kerugian Negara mencapai Rp1,081 miliar. Untuk tersangka lelaki dititipkan di Lapas Bulakkapal, Kota Bekasi. Sedangkan tersangka perempuan dititipkan di Lapas Pondokbambu.

Dua tersangka itu disangka melanggar pasal 2 dan 3 Undang-undang nomor 31 tahun 1999, junto nomor 20 tahun 2011 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. (neo)