Pemkot Tak Berdaya Menata PKL

BAHU JALAN: Para pedagang kaki lima (PKL) seenaknya menggelar dagangnnya di trotoar dan bahu Jalan Ir Djuanda, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (29/04). ARIESANT/RADAR BEKASI
BAHU JALAN:  Para pedagang kaki lima (PKL) seenaknya menggelar dagangnnya di trotoar dan bahu Jalan Ir Djuanda, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (29/04). ARIESANT/RADAR BEKASI
BAHU JALAN: Para pedagang kaki lima (PKL) seenaknya menggelar dagangnnya di trotoar dan bahu Jalan Ir Djuanda, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (29/04). ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, BEKASI – Meski Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi sudah turun langsung mengawasi penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Jalan M Yamin, namun para pedagang tidak menggubris imbauan orang nomor satu di Kota Bekasi itu. Pasalnya PKL masih saja berdagang di jalan tersebut, sehingga mengganggu arus lalu lintas dan pengguna jalan.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Aritonang mengakui, adanya polemik di pasar tersebut dan tidak adanya kesadaran para PKL, sehingga berdampak terhadap penertiban.

“Kami sudah berulang kali melakukan penertiban, tetapi mereka tidak punya kesadaran untuk pindah. Dalam waktu dekat ini kami akan kembali melakukan penertiban kembali, sekaligus berharap ada kerja sama dari dinas terkait, untuk bisa merelokasi para pedagang. Sehingga mata pencaharian mereka tidak hilang,” kata Aritonang.

Sedangkan Sekretaris Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera), Deded Kusmayadi membenarkan sulit untuk menata PKL di depan Pasar Baru, karena ada oknum “preman” yang membekingi para pedagang. Sehingga membuat para PKL tetap berani berdagang, meskipun mereka tahu itu melanggar.


“Saat kami melakukan penertiban lokasi tersebut, tidak hanya berhadapan dengan para pedagang, tapi juga para oknum yang membekingi mereka. Akan tetapi, sebagai aparatur harus tetap melakukan penertiban. Karena apa yang dilakukan para PKL sudah melanggar aturan,” tegas Deded.

Ia menegaskan, sebenarnya pihak Dispera sudah menyediakan tempat untuk para PKL, namun para PKL tersebut merasa lebih nyaman berjualan di pinggir jalan yang sebenarnya melanggar aturan, serta mengganggu arus lalu lintas dan pejalan kaki.

“Kami berharap, setelah adanya penertiban, harus ada pembentukan tim terpadu yang melakukan pengawasan di lokasi tersebut, sehingga para PKL tidak berjualan kembali di trotoar maupun bahu jalan,” tegasnya. (and)