Nung, Sebut Ahok Sinting

256428_620

POJOKSATU.id, BEKASI – Kebijakan Gubernur DKI Basuki Tjahya Purnama atau yang populis disapa Ahok, terkait sertifikasi para pekerja seks menuai pro kontra. Tidak hanya dari seluruh elemen masyarakat di Jakarta, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Bekasi, Nuryadi Dharmawan juga turut mengkritisi kebijakan Ahok tersebut.

Kepada Radar Bekasi (Grup pojoksatu.id), Ketua PAC PDIP Bekasi Selatan ini mengatakan kebijakan Ahok merupakan solusi sinting. “Saya bingung sama kebijakan Ahok, masa mau sertifikasi PSK? Sinting kali dia,” celetuknya, Selasa (28/4).

Dirinya mengungkapkan jika ingin membuat kebijakan harus dilandasi dengan ilmu bukan asal bicara. “Apa pun alasannya kebijakan tersebut sama saja melegalkan prostitusi. Seharusnya dia (Ahok) dapat memberikan solusi lain seperti membuka lapangan pekerjaan bagi para PSK agar bisa hidup normal, atau melakukan temu bicara dengan mereka secara serius bukan malah memberikan sertifikat kepada PSK,” tegasnya.


Politisi yang akrab disapa Nung menjelaskan, ada banyak cara untuk mengurangi prostitusi, misalkan dengan memberikan pelatihan kerja atau usaha kepada para PSK atau memberikan bimbingan kerohanian. “Indonesia bukan Jerman atau Hongkong. Kita masih mengenal tata krama adat timur. Agama mana pun pasti melarang praktik prostitusi,“ ujarnya.

Ahok kata Nung, sebagai pemimpin di DKi harus bisa mengeluarkan kebijakan–kebijakan yang dapat membangun, malah bukan memberikan solusi yang malah menjerumuskan masyarakatnya. “Kalau kebijakan itu terealisasi maka hancur saja Indonesia. Penyakit HIV akan meningkat pesat dan pola hidup masayarakat akan semakin rusak,“ tegasnya.

Seperti diberitakan di berbagai media, Ahok ingin semua pekerja seks komersil yang praktik di ibu kota bersertifikat. Hal yang sama berlaku untuk PSK di Hongkong dan Jerman.

“Kalau orang mau melakukan menjual diri anda harus ada sertifikat kayak di Jerman sehat apa enggak. Disuntik apa enggak. Kamu ini siapa harus kita kenali,” ujar Ahok kepada Awak media di Balaikota, Jakarta Pusat

Menurutnya, PSK masih malu menunjukkan identitas dirinya karena pola masyarakat DKI itu sendiri. “Kalau sekarang kan kita pura-pura aja kan. Itu fakta di negara kalau mau laku kita maunya instan seketika. Mau kaya instan. Kalau mau kaya cepet jual diri atau korup,” katanya.

Ia yakin lokalisasi prostitusi dengan sistem sertifikasi ampuh mengatasi penyebaran penyakit menular seksual. Namun ini baru wacana, kembali lagi keputusannya kepada masyarakat. “Kita nggak bakal bisa bikin lokalisasi perjudian resmi kalau gelap boleh, kan kalau legal nggak ada upetinya,” ucap Ahok nyinyir. (sar)