Pembangunan Pipa PGN Ditolak Warga

Print

POJOKSATU.id, BABELAN – Perusahaan Gas Negara (PGN) berencana membangun jaringan pipa gas dari Desa Huripjaya hingga ke DKI Jakarta. Namun rencana itu mendapat penolakan dari lima desa di Babelan dengan alasan melalui pemukiman penduduk.

Warga yang merasa keberatan dengan rencana PGN itu sudah beberapa kali menghentikan aktivitas pengurukan lahan. Bahkan, beberapa waktu lalu dikabarkan persoalan tersebut dibawa ke DPRD Kabupaten Bekasi.

Tokoh Masyarakat Babelan, Naryo menyayangkan sikap PGN yang berkeinginan membangun jaringan pipa gas tanpa memperhatikan pemukiman warga.


“Padahal masih ada alternatif lain seperti lewat sawah, tambak atau pesisir? Kan dia (PGN) sumurnya dari Huripjaya sana, kecuali kalau sudah tidak ada alternatif lain, mau tidak mau dah,” ungkapnya.

Pembangunan jaringan pipa gas dikhawatirkan warga akan mengganggu kesehatan. Bahkan yang lebih fatal, warga merasa cemas jika suatu saat pipa tersebut mengalami kebocoran gas.

“Ada penelitian mengatakan kalau kehadiran pipa gas tersebut bisa mengganggu janin ibu-ibu hamil, meskipun tidak kuat dan tidak bisa menjadi dasar, belum lagi faktor human error seperti kebocoran gas, itu yang kita khawatirkan, biar bagaimanapun, kita bisa menuntut lingkungan hidup yang sehat dan layak ke pemerintah ada Undang-undangnya itu,” ungkapnya.

Pembuatan jalur pipa gas sepanjang 10 kilometer milik PGN kini terhambat di Desa Muarabakti dan Bunibakti di Kecamatan Babelan. Sedangkan di Kecamatan Tarumajaya, aktivitas itu terhenti di Desa Segarajaya, Samuderajaya dan Segaramakmur. (cr24)