Bupati Akui Wilayahnya Krisis Kebersihan

IMBAUAN : Warga memasang papan bertuliskan pelarangan membuang sampah sembarangan di Tambun Selatan. Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin mengakui kalau daerah yang dipimpinnya saat ini dalam kondisi krisis kebersihan. ARIESANT/RADAR BEKASI
IMBAUAN : Warga memasang papan bertuliskan pelarangan membuang sampah sembarangan di Tambun Selatan. Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin mengakui kalau daerah yang dipimpinnya saat ini dalam kondisi krisis kebersihan. ARIESANT/RADAR BEKASI
IMBAUAN : Warga memasang papan bertuliskan pelarangan membuang sampah sembarangan di Tambun Selatan. Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin mengakui kalau daerah yang dipimpinnya saat ini dalam kondisi krisis kebersihan. ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, TAMBUN SELATAN – Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin mengakui kalau wiilayahnya saat ini dalam kondisi krisis kebersihan. Hal itu menyusul pemberian predikat kota atau kabupaten terkotor kedua se-Jawa Barat dalam program Adipura.

Neneng mengakui kalau daerah yang dipimpinnya itu sebagai wilayah terkotor kedua di tingkat Jawa Barat. Salah satu hal yang menyebabkan pemberian predikat itu lantaran banyaknya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah ilegal di Kabupaten Bekasi.

Sementara untuk memaksimalkan fungsi dari Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Burangkeng, justru kini terkendala. Kata Neneng, luas dari lahan TPA kini semakin habis.

“Banyak sampah bertebaran, kita memang kesulitan dengan TPA yang ada. Kita dikunci dengan sebelas hektare kan,” kata Neneng dalam suatu kegiatan di Tambun Selatan, Sabtu (25/4) lalu.


Untuk memperbaiki citra daerah, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah daerah yakni dengan menggandeng investor untuk mengelola TPA Burangkeng. Namun hal itu kini masih terbentur dengan tata ruang daerah.

“Tetapi karena memang tata ruangnya tidak sesuai. Ada memang dari industri untuk mengatasi persoalan sampah, persoalan yang pelik, persoalan yang kompleks,” tambahnya.

Disinggung soal revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) terkait persoalan tersebut, Neneng belum bisa memastikan.

“Jadi, kita tetap berupaya lah. Kita mungkin tambahin lah ya, kemungkinan tambahin,” katanya.

Diketahui, Kabupaten Bekasi mendapat peringkat ke 24 dalam program Adipura tingkat Jawa Barat di tahun ini. Salah satu penilaian dari program tersebut yakni pengelolaan sampah yang belum maksimal.

Sedangkan untuk TPA Burangkeng, diketahui saat ini sudah overload. Bahkan gunung sampah di TPA tersebut saat ini sudah melahap 11,6 hektare lahan. (neo)