Kontrakan di Bintarajaya Ludes Terbakar

SISA KEBAKARAN: Dua orang bocah melihat-lihat sisa kebakaran di kontrakan yang terbakar kemarin. RISKY/RADAR BEKASI
SISA KEBAKARAN: Dua orang bocah melihat-lihat sisa kebakaran di kontrakan yang terbakar kemarin. RISKY/RADAR BEKASI
SISA KEBAKARAN: Dua orang bocah melihat-lihat sisa kebakaran di kontrakan yang terbakar kemarin. RISKY/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, BEKASI – Si jago merah kembali mengamuk di Kota Bekasi. Kemarin, api melumat kontrakan di Jalan Bintarajaya RT 09/06, Kelurahan Bintarajaya, Bekasi Barat. Beruntung, tak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut. Namun, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Api diduga muncul disebabkan hubungan arus pendek listrik dari salah satu kabel di bagian dalam kontrakan tersebut.

Salah satu penghuni kontrakan, Dipo Wibowo (55), mengungkapkan sekitar pukul 10.00, saat dirinya sedang bekerja, istrinya memberitahu melalui telepon kalau kontrakannya terbakar. Mendengar kejadian tersebut, dirinya langsung bergegas pulang.

Kebakaran diketahui pertama kalinya oleh tetangga yang mendengar suara benda terbakar. Dan benar saja. Saat ditengok keluar rumah asap hitam sudah mulai meninggi. Keadaan kontrakan saat itu sedang kosong ditinggal penghuninya, sehingga para tetangga hanya bisa memadamkan api dari luar kontrakan karena keadaan pintu terkunci.


’’Saya lagi kerja. Istri saya lagi ke tempat sekolah anak. Jadi kosong, mungkin gara-gara aliran arus pendek listrik,’’ katanya.

Dipo mengungkapkan, karena pintu terkunci sehingga barang-barang tidak bisa diselamatkan, pihaknya pun sempat menayakan kepada sang istri, saat meninggalkan rumah untuk mengantar anak tidak menyalakan barang-barang elektronik.

“Istri saya bilang saat nganter anak gak nyalain magicom, kipas angin maupun televisi. Pas istri saya pulang rumahnya sudah dipenuhi asap dari dalam rumah,” tuturnya.

Sementara, rumah tinggalnya merupakan rumah kontrakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pemilik rumah yang diwakili sang anak. Dipo sedikit beruntung karena pemilik kontrakan tidak mempermasalahkan musibah kebakaran yang terjadi.

Menurut informasi yang dikatakan Dipo, akibat terbakarnya rumah kontrakannya kerugiannya mencapai Rp20 juta. Sementara itu tetangga Dipo yang membantu proses pemadaman api, Hazarudin menuturkan kekecewaannya dengan petugas pemadam kebakaran yang telat datang ke lokasi kebakaran.

Pria paruh baya ini menuturkan proses pemadaman dilakukan secara bergotong royong dengan warga lainnya. “Mobil pemadam satu doang yang dateng itu pun api sudah kecil dan mau padam,” tandasnya.

Beruntung kebakaran tidak merambat ke kontrakan lainya, karena warga secara bergotong royong berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, sehingga api dapat dipadamkan sebelum mobil Damkar datang ke lokasi.

Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa karena saat kejadian istri dan dua anak Dipo sedang berada di sekolah. Barang berharga seperti tv, mesin cuci dan kompor gas juga ikut terbakar. Kerugian ditaksir hingga jutaan rupiah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran H.M. Usni Gaman menegaskan, kebakaran yang kerap terjadi belakangan ini diduga disebabkan oleh kelalaian manusia. Salah satunya dengan menyalahgunakan penggunaan listrik, banyak listrik di rumah warga yang sudah tidak sesuai dengan meteranya. Pihaknya memberi contoh listrik awalnya hanya 900volt tetapi saat dicek ternyata arusnya 1200volt.

“Banyak kita temui di lapangan daya listrik 900volt diubah secara ilegal menjadi 1200volt sehingga beban kabelnya tidak sesuai yang akhirnya menyebabkan arus pendek,” ucapnya.

Biasanya masyarakat bekerja sama dengan petugas PLN di lapangan untuk mengganti daya arus listriknya, tetapi tidak mengganti kabelnya. “Jelas kelebihan beban, kabel yang seharusnya untuk 900volt dipakai untuk 1200volt, pasti jebol,” ujarnya. (dat)