Surat Aduan Siap Dilayangkan ke BOPI

Nova Zaenal
Nova Zaenal
Nova Zaenal

POJOKSATU.id, BEKASI – Ancaman sejumlah mantan pemain Persipasi musim 2014 ke Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) segera dilaksanakan oleh salah satu pemain senior. Hal itu lantaran tidak adanya itikad baik juga kabar kejelasan perihal pembayaran eks pemain dan pelatih dari pengurus Persipasi ketika itu.

Eks pemain senior Persipasi, Nova Zaenal mengaku akan segera mengirim surat ke BOPI perihal hak-hak pemain dan pelatih yang belum terpenuhi hingga saat ini. “Ini kita mau e-mail suratnya ke BOPI,” terang Nova saat dikonfirmasi Radar Bekasi (Grup pojoksatu.id) kemarin.

Kata Nova, dia juga sudah melakukan komunikasi dengan rekannya yang kini berada di BOPI sebelum menindaklanjuti lewat surat elektronik yang akan dikirimnya. “Isi suratnya perihal kontrak kita berapa bulan, dapat berapa lamanya kontrak dan sisa gaji yang belum dibayarkan,” katanya saat ditanya lebih jauh surat yang akan dilayangkan.

Dirinya juga akan menjelaskan kronologi peralihan pengurus hingga janji pengurus di bawah pimpinan Engkus Prihatin yang akan melunasi hak pemain pasca peralihan kepengurusan paruh musim 2014 lalu. “Kita pemain hanya berharap sama janji mereka yang besar, bahwa mereka siap menyelesaikan gaji kita selama 12 bulan. Karena waktu itu pemain minta kejelasan soal perubahan kontrak mereka (pengurus) gak mau, dan mereka bilang pakai kontrak lama. Untuk kejelasan ini makanya kita lapor dulu ke BOPI,” ungkapnya.


Radar Bekasi yang berkali-kali menghubungi ketua umum Persipasi Engkus Prihatin untuk mengonfirmasi kejelasan lewat sambungan telepon dan SMS urung direspons hingga kemarin (21/4). Sebelumnya pengamat sepakbola Nasional, Kusnaeni juga menyayangkan proses merger tanpa ada pembenahan di Internal dan terkesan terburu-buru. Hal itu dikhawatirkan akan menjadi persoalan di kemudian hari dan dapat merugikan Persipasi. Terlebih jika tidak adanya penegasan hak-hak Persipasi dalam merger tersebut.

”Seharusnya merger itu benahi di internal Persipasi dahulu, karena kita tahu stadion juga belum bisa digunakan dan diproses merger ini legalitas persipasi menggunakan PT yang mana. Jangan sampai ini bermasalah di kemudian hari,” jelas  Kusnaeni kepada Radar Bekasi. (one)