Pengurus Masih Bungkam, Pemain Ngotot Perjuangkan Hak

F-A PBR

POJOKSATU.id, BEKASI – Hingga kemarin belum ada pernyataan resmi dari pengurus perihal tunggakan hak pemain Persipasi musim 2014 lalu. Ketua Umum Persipasi, Engkus Prihatin masih belum mau memberikan komentar perihal tunggakan gaji pemain.

Radar Bekasi yang coba mengkonfirmasi manajemen pimpinan Engkus cs juga belum memberikan gambaran pasti perihal tuntunan pemain eks Persipasi di tengah sudah bergabungnya Persipasi dengan PBR.

Sementara pemain masih bersikeras untuk memperjuangkan hak-nya yang merasa diabaikan pasca bergabungnya antara Persipasi dan PBR.


”Gaji itu merupakan hak kami dan itu akan tetap kami perjuangkan,” terang Pipik Suratno perwakilan pemain yang merasa kecewa dengan jawaban manajemen.

Hal senada juga diungkapkan Zainal Anwar, dirinya mengapresiasi merger yang dilakukan Persipasi dengan PBR jika untuk kemajuan sepakbola Kota Bekasi. Namun dirinya menegaskan penyelesaian internal di Persipasi berupa gaji pemain dan pelatih yang sempat tertunggak seharusnya menjadi prioritas.

”Merger ini kita sambut baik untuk kemajuan sepakbola Bekasi, tapi seharusnya juga di prioritaskan hak gaji pelatih dan pemain Persipasi sebelumnya,” terang pemain senior yang kini bergabung bersama klub Villa 2000.

Sayangnya hingga detik ini belum ada kejelasan dari pengurus yang bertanggung jawab terhadap pemain.

Padahal kepastian hak dan tanggung jawab pengurus menjadi harapan pemain di tengah peralihan manajemen di paruh kompetisi Persipasi musim 2014 kala itu.

Sekedar diketahui di tengah polemik internal Persipasi tim Persipasi Bandung Raya (PBR) hingga kini masih menjalani latihan. Tim menjalani latihan di lapangan Legenda Footbal Academy (LFA) Tambun Selatan. Skuad PBR masih konsen ke program putaran kompetisi QNB yang kini masih menunggu jadwal pasti setelah PSSI dibekukan oleh Kemenpora.

”Kita masih biasa latihan di LFA pukul 15.30,” ujar Dejan Antonic kepada Radar Bekasi. (one)