Mahasiswa Ingin Ketua KNPI Bukan Anggota Dewan

PRO PEMUDA: KNPI Kota Bekasi diminta lebih peduli dengan keberadaan pemuda. DOK/RADAR BEKASI
PRO PEMUDA: KNPI Kota Bekasi diminta lebih peduli dengan keberadaan pemuda. DOK/RADAR BEKASI
PRO PEMUDA: KNPI Kota Bekasi diminta lebih peduli dengan keberadaan pemuda. DOK/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, BEKASI – Jelang penyelenggaraan Musyawarah Kota (Muskot), kalangan mahasiswa berharap ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bekasi tidak dijabat anggota DPRD maupun politisi. Jika dijabat orang non parpol, kinerja KNPI diyakini akan lebih baik.

Demikian dikatakan Sekretaris 1 PMII Kota Bekasi Risky Ferdiyansa kepada Radar Bekasi, kemarin. “Bicara peran aktif pemuda yang hari ini tanpa background politik (dewan) membuat kinerja KNPI akan lebih baik dan lebih aktif dari sebelumnya,” ucapnya.

Menurut Risky, organisasi pemuda dinilai lebih baik dijalankan, murni tanpa ada latar belakang politik. “Sehingga organisasi kepemudaan yang ada di Kota Bekasi bisa berjalan dengan baik, tanpa pengaruh unsur dari politik,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan salah satu anggota FSMKD Hasan Basri. Dijelaskannya, pemuda Kota Bekasi seakan kehilangan naungan dalam ranah pembinaan. Seperti banyak kreativitas serta ide pemuda yang tak tersalurkan dengan semestinya. Kata dia, kondisi tersebut diperparah dengan KNPI Kota Bekasi yang seakan tutup mata, dan mengacuhkan aspirasi kaum muda Kota Bekasi.


“Oleh sebab itu, mendekati digelarnya Muskot KNPI Kota Bekasi bulan Juni mendatang, kita dorong agar KNPI lebih hidup, serta mengerti arti sebuah ide dan aspirasi kaum muda. Ke depan OKP-OKP yang bernaung di KNPI Kota Bekasi harus lebih selektif dan objektif untuk memilih ketua nantinya. Jangan melulu hanya tergiur janji-janji palsu politisi yang ingin menguasai KNPI. Oleh karena itu, kami dari FSMKD menyatakan harus segera dihelat Muskot KNPI dan menolak calon ketua KNPI dari anggota DPRD. Biarkan mereka fokus menjalankan Tupoksinya sebagai wakil rakyat,” tandasnya. (and)