Ketua AFK Kecewa Pengurus Kabur sebelum Selesai

BERSAMA : Pengurus Asosiasi Futsal Kota (AFK) Bekasi berpose bersama usai prosesi pelantikan di Hotel Amaroossa kemarin. IRWAN/RADAR BEKASI
BERSAMA : Pengurus Asosiasi Futsal Kota (AFK) Bekasi berpose bersama usai prosesi pelantikan di Hotel Amaroossa kemarin. IRWAN/RADAR BEKASI
BERSAMA : Pengurus Asosiasi Futsal Kota (AFK) Bekasi berpose bersama usai prosesi pelantikan di Hotel Amaroossa kemarin. IRWAN/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, BEKASI – Meski agenda pelantikan Asosiasi Futsal Kota (AFK) Bekasi berjalan lancar dan sukses. Namun, Ketua AFK, Tofik Koswara tidak dapat menyembunyikan kekecewaanya terhadap sejumlah pengurus pada sesi penutupan kemarin.

Hal itu dikarenakan menghilangnya sejumlah pengurus setelah agenda pelantikan selesai. Dari total 39 pengurus hanya menyisakan 19 orang yang keluar ruangan tanpa sepengetahuan dia.

Selain itu, Tofik juga menyindir pengurus yang tidak permah menampakan batang hidungnya selama AFK Bekasi dibentuk.

“Saya sedikit kecewa dengan pengurus usai pelantikan langsung pada ngabur. Bahkan ada pengurus yang saya lihat tidak pernah menampakan batang hidungnya selama terbentuknya kepengurusan ini,” kata dia kesal.


Kongres pun ditutup dengan pengesahan program kerja dan statuta yang telah disusun. Meski sebelumnya banyak statuta yang dianggap ambigu karena membingungkan para anggotanya, salah satunya poin dimana klub anggota diwajibkan untuk membayar iuran kepada AFK. Padahal sebelumnya Arif Isnawan, perwakilan AFI yang menjabat sebagai EXCP mengatakan AFK merupakan badan profesional.

Menanggapi hal itu, Sekretaris AFK Bekasi, Hakim mengatakan, bahwa iuran sebesar Rp1 juta itu merupakan salah satu bentuk keseriusan klub untuk menjadi anggota AFK.

“Iuaran sebesar Rp1 juta hanya untuk memiliki rasa kepemilikan, keseriusan dan tanggung jawab dalam menjadi anggota di AFK. Kalau tiba-tiba klub itu bangkrut atau tidak jalan bagaimana,” tandasnya singkat. (eko/gob)