Plesiran Dewan ke Lombok dan Bali Menuai Kritik

Print

POJOKSATU.id, CIKARANG TIMUR – Keberangkatan Panitia Khusus (Pansus) 25 DPRD Kabupaten Bekasi ke Lombok dan ke Bali terus menuai kritikan dari sejumlah elemen masyarakat.

Pasalnya, studi banding yang dilakukan para wakil rakyat tersebut dianggap sebagai aji mumpung dan nilai hanya menghamburkan uang rakyat saja. Sementara itu, hasil dari setiap melakukan studi banding tidak pernah diinformasikan kepada masyarakat.

Ketua Forum BPD Kabupaten Bekasi, Zuli Zulkipli mengatakan, keberangkatan anggota dewan ke Lombok dengan alasan kunjungan kerja harus dipertanyakan kembali, apakah benar untuk bekerja atau jalan-jalan saja sebagai aji mumpung.


“Yang jelas saya menilai akan lebih banyak jalan-jalannya dari pada bekerjanya. Kalau memang niatnya untuk bekerja mengapa harus jauh-jauh ke Lombok, kan bisa mencari daerah yang lebih dekat yang tidak memakan anggaran banyak. DKI Jakarta, Kota Bekasi, Karawang, atau Kota Bandung dan Surabaya kan bisa. Jika memang tujuannya ingin bekerja,” ujarnya kecewa.

Lebih jauh Zuli menambahkan, kalau memang mereka bekerja harusnya hasil dari kunker tersebut langsung dipublis dan diinformasikan ke masyarakat Kabupaten Bekasi, agar mereka mengetahui apakah para wakil rakyat berlibur atau memang benar benar kerja sebagai anggota dewan.

“Saya sangat menyangkan keberangkatan para anggota dewan tersebut ke Lombok, seharusnya mereka tidak perlu jauh-jauh untuk melakukan kunker, dan yang sudah-sudah kunker mereka tidak ada hasil yang memuaskan untuk masyarakat Kabupaten Bekasi. Mereka hanya menghamburkan uang negara apa lagi jika sampai mengajak keluarga itu sudah tidak benar,” paparnya.

Sekadar diketahui, Pansus 25 tersebut akan berada di Lombok hingga Sabtu mendatang dengan tujuan pembahasan pembuatan Perda Perpustakaan dan satu lagi ke Badung Bali dengan pembahasan LKPJ. (ran)