Coret Seragam, Siswa Bakal Disanksi

Dedi Djunaedi
Dedi Djunaedi
Dedi Djunaedi

POJOKSATU.id, BEKASI – Sudah menjadi budaya bagi pelajar setelah selesai mengikuti Ujian Nasional (UN), mereka akan melakukan aksi corat-coret seragam . Hal ini sebagai bentuk kegembiraan mereka setelah menyelesaikan pendidikannya.

Namun hati-hati, pada tahun ini Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengeluarkan aturan tegas agar sekolah memberikan sanksi kepada anak didiknya yang melakukan aksi coret seragam setelah pelaksanaan UN.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Dedi Djunaedi. Dia mengaku sudah memberikan imbauan agar pihak sekolah mengawasi anak didiknya untuk tidak melakukan aksi coret seragam dan konvoi kendaraan.”Sudah ada imbauan resmi dari Disdik Kota Bekasi,” tuturnya kepada Radar Bekasi (Grup pojoksatu.id).

Selain berkoordinasi dengan pihak sekolah, Disdik juga akan melakukan pengawasan di lapangan. Jika kedapatan, maka akan diserahkan langsung kepada pihak sekolah untuk segera diberi sanksi.


“Kalau ada siswa di salah satu sekolah yang melanggar, Disdik akan meminta sekolah untuk segera menyelesaikannya,” ujarnya.

Dia mengaku, hingga saat ini belum melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian. ” Belum dikoordinasikan dengan pihak kepolisian Polres Kota Bekasi, namun dalam waktu dekat ini kita akan komunikasikan,” sanggah Dedi.

Dedi mengimbau agar seragam sekolah yang mereka pakai bisa disumbangkan kepada rekan-rekan mereka yang benar-benar membutuhkannya. ”Saya mengimbau, kalau bisa seragam mereka yang masih layak pakai untuk disumbangkan kepada rekan-rekan mereka yang masih membutuhkannya,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepsek SMKN 11 Bekasi, Elvi Desilia Fajarina. Dia mengaku, untuk mencegah aksi tersebut pihaknya akan melakukan razia. ”Kami merazia tas siswa sebelum mereka melakukan ujian dan sesudahnya kami memberikan imbauan secara lisan kepada mereka,” tandasnya. (gir)