Diduga Palsukan BPKB dan STNK Pemilik Showroom Dilaporkan ke Polisi

Pemilik showroom dilaporkan ke polisi. zag

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Pemilik showroom mobil bekas, DP (65) dilaporkan kepada Satreskrim Polrestabes Bandung. DP dilaporkan karena diduga melakukan penipuan terhadap warga Kelurahan Cigadung, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Ferry Efda Martadinata (50).


Kuasa Hukum Ferry Efda Martadinata, M. Waryana Suhendi, SH didampingi Nadi Sudrajat, SH menjelaskan kejadian yang menimpa kliennya berawal saat membeli mobil bekas di Abu Bakar Motor di Jalan Rancabolang No 34, Kota Bandung.

Mobil bekas yang dibeli klien, lanjut M. Waryana Suhendi, SH, berupa Avanza Veloz seharga Rp 166 juta, pada 29 Juli 2022. Kliennya kemudian mendapatkan BPKB dan STNK. Saat itu, kliennya percaya begitu saja, karena membeli mobil bekas di showroom.

“Ternyata BPKB dan STNK mobil tersebut palsu, dan mengetahui bahwa surat-surat mobil ini palsu ketika mau bayar pajak tahunan ke Samsat Subang,” ucap M. Waryana Suhendi, SH saat di Mapolrestabes Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/09/2022).


Hal tersebut, kata M. Waryana Suhendi, SH diperkuat dengan keterangan petugas Samsat Subang yang memberi peryataan bahwa surat-surat mobil itu palsu, akhirnya mobil diamankan di Samsat Subang.

“Klien kami kemudian menghubungi pemilik showroom kalau BPKB dan STNK palsu, sehingga mobil diamankan Samsat Subang berikut dilengkapi bukti-bukti dari petugas Samsat Subang. Klien kami meminta uang pembelian mobil dikembalikan,” ucapnya.

Namun, lanjut M. Waryana Suhendi, SH, pihak showroom tidak ada itikad baik, sehingga kliennya lapor polisi. “Sampai saat ini tidak ada pertangungjawaban dari pihak showroom, sehingga klien kami merasa tertipu sebesar Rp166 juta,” ucapnya.

Dengan melapor polisi, kata M. Waryana Suhendi, SH berharap DP yang merupakan warga Kelurahan Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, tersebut bertanggungjawab atas kejadian yang dialami oleh kliennya.

“Kami berharap pihak kepolisian merespons cepat laporan dari klien kami, sebab klien kami sangat dirugikan akibat dugaan penipuan yang dilakukan oleh DP, karena sampai saat ini tidak ada itikad baik untuk bertanggungjawab,” ujarnya.

(zag/pojokjabar)