Pemanfaatan Aplikasi Digital dalam Pembelajaran dan Penilaian di Sekolah Dasar (Riset Pendidikan Prodi S2 Pedagogik FIP UPI di Kota Bandung

Kegiatan pembelajaran literasi & numerasi berbasis IT para siswa Kelas IV SDN 006 Buahbatu Kota Bandung Jawa Barat (21/09/22)

Oleh:
Dr. Eviana Hikamudin, S.Pd, MM


Pendidikan merupakan sebuah proses yang dinamis yang di dalamnya mengandung sifat-sifat normatif, akuntabel, dan akseptabel. Proses dinamis mengandung makna bahwa sistem pendidikan senantiasa menyesuaikan dengan perubahan dan tuntutan jaman.

Hal ini ditandai dengan kurikulum pendidikan nasional yang adaptif terhadap berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui berbagai inovasi pembelajaran sesuai dengan jamannya.

Sifat normatif dalam pendidikan mengandung makna bahwa pendidikan diarahkan pada standar-standar dan tujuan pendidikan ideal yang ingin dicapai. Sedangkan sifat akuntabel mengandung arti bahwa segala proses yang terjadi dalam pendidikan harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan hukum sehingga menghasilkan produk berupa sumber daya manusia berkualitas yang dapat diterima oleh masyarakat (akseptabel).


Seiring dengan perkembangan waktu pada abad ke-21 ini, pendidikan telah memasuki sebuah era baru yang penuh dengan tantangan dan harapan. Salah satu tantangan pendidikan pada abad ke-21 adalah bahwa proses pendidikan harus dapat menjamin agar peserta didik memiliki keterampilan belajar dan berinovasi, keterampilan menggunakan dan memanfaatkan teknologi dan media informasi, dapat bekerja dan bertahan dengan menggunakan kecakapan hidup (life skill).

Kecakapan hidup itulah yang kemudian dikenal dengan konsep kecakapan abad ke-21. Adaptasi terhadap perkembangan jaman tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, namun juga bagi seluruh peserta didik mulai dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK sederajat.

Dalam rangka menyiapkan peserta didik yang memiliki kecakapan abad ke-21, pemerintah melalui kebijakannya telah menekankan bahwa dalam proses pendidikan pada seluruh jenjang pendidikan sudah saatnya memperhatikan pada pencapaian kemampuan dalam kecakapan hidup melalui pembelajaran literasi membaca dan numerasi sebagai kecakapan umum (general capability) yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik.

Literasi membaca bukan hanya sekadar kemampuan membaca secara harfiah tanpa mengetahui isi/makna dari bacaan tersebut, melainkan kemampuan memahami konsep bacaan. Sementara itu, numerasi bukan hanya sekadar kemampuan menghitung, melainkan kemampuan mengaplikasikan konsep hitungan di dalam suatu konteks, baik abstrak maupun nyata.

Dengan kecapan literasi dan numerasi ini, setiap peserta didik akan mampu belajar materi lebih mudah, di samping kecakapan ini dapat membantu dalam memecahkan permasalahan yang ditemui sehari-hari dalam kehidupan mereka. Untuk menunjang peningkatan kemampuan literasi dan numerasi, diperlukan sebuah upaya untuk mengembangkan pembelajaran inovatif, yaitu pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi.

Salah satu hal yang menarik untuk dicermati adalah bagaimana para siswa jenjang pendidikan dasar dapat menyesuaikan dirinya dengan perkembangan teknologi informasi yang sedang berkembang saat ini. Proses adaptasi yang dilakukan tidak hanya dalam konteks pendidikan dan pembelajaran di sekolah, namun juga dalam kehidupan sehar-hari.

Bentuk adaptasi terhadap teknologi informasi dalam persekolahan adalah pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran dan penilaian di dalam kelas. Kegiatan tersebut perlu untuk dicermati dalam rangka memastikan bahwa para siswa terutama siswa SD dapat memanfaatkan teknologi untuk mengakses pengetahuan yang lebih luas sehingga mempermudah mereka memahami pengetahuan selain yang diajarkan oleh guru-gurunya di dalam kelas.

Berkaitan dengan hal tersebut, Program Studi S2 Pedagogik Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan penelitian tentang pemanfaatan aplikasi penilaian digital dalam pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa SD terhadap literasi dan numerasi.

Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengukur implementasi pembelajaran literasi dan numerasi bagi siswa SD dengan memanfaatkan fasilitas aplikasi penilaian digital. Di samping itu melalui penelitian ini diharapkan diperoleh informasi tentang persepsi, kendala, serta manfaat yang dirasakan oleh siswa, guru, dan kepala sekolah terkait dengan peningkatan pemahaman literasi dan numerasi melalui penggunaan aplikasi digital.

Dalam penelitian ini sekolah yang terlibat adalah sebanyak 8 sekolah jenjang SD di Kota Bandung yaitu: SDN 006 Buahbatu, SDN 246 Margacinta, SDN 261 Margahayu Raya, SDN 230 Margahayu Raya, SDN 184 Buahbatu, SDN 095 Babakanjati, SDN 131 Cijawura, dan SDN 242 Margasari. Kegiatan penelitian dilaksanakan tanggal 19 s.d 24 September 2022 yang terdiri dari tahapan penyiapan sarana dan bahan ajar, pembelajaran literasi dan numerasi, penilaian, dan analisis dan pelaporan hasil. Proses penyiapan dan pembelajaran dilaksanakan oleh guru kelas IV yang dimonitoring langsung oleh kepala sekolahnya masing-masing, sedangkan pada proses penilaian dilakukan survey oleh Tim Peneliti yang tersiri dari dosen dan mahasiswa UPI ke sekolah masing-masing.
Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi semua pihak. Dekan FIP UPI (Dr. Rudi Susilana, M.Si) menekankan bahwa khusus bagi para dosen dan mahasiswa FIP UPI yang melaksanakan riset ini diharapkan dapat mengimplementasi keilmuannya bagi peningkatan mutu pendidikan sekalgus memberikan manfaat yang positif bagi satuan pendidikan.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Prodi S2 Pedagogik FIP UPI (Dr. Babang Robandi, M.Pd) yang menegaskan bahwa fungsi pedagogik selain sebagai ilmu teoris juga merupakan ilmu praktis yang dapat dikembangkan di satuan pendidikan.

Kegiatan riset ini merupakan salah satu wujud dari pedagogik sebagai ilmu praktis.
Melalui kegiatan riset pendidikan yang dilakukan ini terkandung sebuah harapan semoga mutu pendidikan dapat meningkat melalui berbagai proses inovatif dalam pembelajaran yang dilakukan oleh para pendidik yang ditandai oleh meningkatnya kompetensi para peserta didik.

Dengan demikian akan muncul generasi di masa yang akan datang yang unggul dan kompetitif sesuai dengan tujuan utama pendidikan adalah untuk mewujudkan manusia seutuhnya. (EH).