Ade Puspitasari Dorong BIJB Dibuka untuk Pemberangkatan Umrah, Bisa Dongkrak PAD Jawa Barat

Ade Puspitasari.

POJOKJABAR.id, BANDUNG – Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Ade Puspitasari mengaku karena Pemerintah Pusat sudah memberikan sinyal positif rencana dibukanya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, di Kabupaten Majalengka, untuk pemberangkatan rombongan umrah.


Ade Puspitasari uga menyebutkan, hal itu direncanakan lima 5 penerbangan setiap minggu.

Menurut Ade Puspitasari, sampai sejauh ini BIJB masih sepi dan belum memberikan kontribusi maksimal untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Barat.

“Anggaran pembangunan BIJB itu menelan biaya hingga Rp 2,6 triliun. Dana tersebut tak sepenuhnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), namun juga kemitraan dengan pihak swasta dengan perhitungan 70 persen dana diperoleh dari ekuitas Pemprov Jawa Barat, reksadana penyertaan terbatas (RDPT) dan AP II. Sedangkan sisanya, yakni 30 persen didapatkan dari PT BIJB melalui pinjaman bank syariah,” tutur Ade Puspitasari.


BACA JUGA : Pidato Politik Menggetarkan Ade Puspitasari di Depan Ribuan Kader Golkar Kota Bekasi 

Ade Puspitasari mengungkapkan, belum lama BIJB Kertajati beroperasional, kasus pandemi Covid-19 menghantam Indonesia. Sehingga, selama lebih dari dua tahun keberadaan BIJB mati suri, sepi dari aktivitas penerbangan.

“Bahkan hanya memberangkatkan pesawat kargo 4 kali seminggu,” ungkap Ade Puspitasari.

BACA JUGA : Dukung Pelestarian Rindu Alam Sebagai Sentra Ekonomi, Ade Puspitasari : Legend buat Saya

Saat ini, lebih lanjut Ade Puspitasari mengungkapkan, meski belum hilang total. Namun, pandemi Covid-19 sudah menurun dan perekonomian Indonesia mulai bangkit.

Bahkan, otoritas kerajaan Arab Saudi telah mengizinkan umat islam Indonesia untuk menunaikan ibadah haji dan umrah.

BACA JUGA : Ade Puspitasari Dorong Sektor Pariwisata Dipromosikan untuk Dongkrak PAD, Infrastruktur Jadi Masalahnya

“Dari jamaah umrah kan bisa membuat ramai BIJB, belum lagi calon penumpang potensial untuk BIJB Kertajati, yakni Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang jumlahnya cukup banyak,” ujar Ade Puspitasari.

Selain itu, Ade Puspitasari juga menambahkan, dari perjalanan dinas dan bisnis berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta juga akan meramaikan BJIB.

“Intinya, ada berjuta calon penumpang yang menunggu beroperasinya BIJB Kertajati. Jika ini dioptimalkan, tentu BIJB Kertajati akan ramai,” ucap Ade Puspitasari.