Ratusan Bobotoh Geruduk Graha Persib, tanpa Negosiasi Menuntut Panpel Dievaluasi Terkait Tewasnya Dua Suporter

[6:01 pm, 21/06/2022] Arif PS: Polisi Kejar Perampok Bergolok yang Sekap Wanita di Rumah Kos, dan Rampok Sebuah Toko Bandung - Aksi pencurian kembali terjadi, di kota Bandung Senin dinihari kemarin. Para pelaku berhasil menggasak barang milik penghuni Indekos di jalan Jatayu, serta sebuah toko dengan menggasak uang pecahan Rp 500 yang berjumlah Rp 100.000. Menyikapi kejadian tersebut, Polisi dipastikan mulai melakukan penyelidikan terkait dengan kasus tiga pelaku yang merampok indekos dan toko kelontong di Gang Citra, Jatayu, Kota Bandung pada Senin (20/6) dini hari. Kasubag Humas Polrestabes Bandung Kompol Rahayu Mustikaningsih menjelaskan pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan. "Lagi lidik sudah dilaporkan ke Polsek Cicendo," kata Kasubag Humas Polrestabes Bandung Kompol R… [6:03 pm, 21/06/2022] Arif PS: Aksi Ratusan Bobotoh Datangi Graha Persib Bandung, Selasa Sore, Meminta Panpel Dievaluasi Terkait Tewasnya Dua Bobotoh Bandung - Ratusan pendukung Persib Bandung atau dikenal Bobotoh mendatangi Graha Persib yang terletak di Jalan Sulanjana, Kota Bandung pada Selasa (21/6) siang. Dari pantauan, mereka datang dengan membawa sejumlah spanduk dan poster berisi tuntutan. Mereka juga terlihat menyalakan flare di depan kantor. Adapun tuntutan itu terkait dengan peristiwa tewasnya dua Bobotoh di Stadion GBLA beberapa waktu lalu serta meminta panitia pelaksana pertandingan melakukan evaluasi. Sejumlah isi dari tuntutan dalam poster itu berbunyi 'Panpel Tutup mata', 'Stop tiket kriting', hingga 'Evaluasi atau mundur'. Mereka juga terlihat menyanyikan sejumlah lagu seperti 'Halo-Halo Bandung'. Beberapa perwakilan dari Bobotoh lalu terlihat disambut oleh Komisaris Persib Bandung, Umuh Muchtar, dan General Coordinator Panitia Penyelenggara Pertandingan Persib Bandung, Budi Bram. "Bobotoh yang sejati, ini Bobotoh sejati kan?" tanya Umuh. "Iya," jawab massa. "Viking ngacung Viking mana Viking?" tanya lagi Umuh. "Gak ada. Eweuh. Bobotoh kabeh. Di sini kami menyatu," jawab massa. Umuh kemudian mengatakan bahwa dirinya bakal memperbaiki soal tiket yang menjadi masalah saat pertandingan di Stadion GBLA. Dia pun mengaku bakal berkoordinasi terkait hal itu dengan pihak kepolisian. "Masalah tiket ini kan ada online anti saya akan perbaiki. Nanti saya akan tegaskan ke keamanan terutama ke kepolisian," kata dia. Lebih lanjut, Umuh mengatakan, dirinya bakal menerima segala masukkan yang disampaikan Bobotoh. Di sisi lain, dia kembali mengucapkan belasungkawa atas insiden tewasnya dua Bobotoh. Kedukaan itu bahkan ditunjukkan melalui laga antara Persib dan Bhayangkara FC di Stadion Si Jalak Harupat yang akan digelar tanpa penonton. "Saya terima, sama semua juga berduka, kenapa hari ini lawan Bhayangkara gak ada penonton? Kalau kita euforia di lapangan sedangkan kita kan masih berduka," kata Umuh. Massa kemudian menimpali pernyataan Umuh dan menuntut agar Persib secara resmi menyampaikan permintaan maaf terkait tewasnya dua Bobotoh melalui media sosial. Mewakili jajaran PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh pun menyampaikan permintaan maaf. "Saya meminta maaf ada kekurangan dan kelalaian ini," ucap dia. Di lokasi yang sama, Budi Bram menyampaikan terima kasih atas atensi dari Bobotoh. Dia pun meminta maaf atas kasus yang menyebabkan dua Bobotoh meninggal dunia. Dia menilai peristiwa itu menjadi pukulan telak tak hanya bagi Persib tapi juga seluruh penyelenggara pertandingan sepakbola di Indonesia. "Ini di luar kendali saya dan saya yakin tidak ada yang ingin kejadian ini terjadi," kata dia. Berikut ini isi tuntutan yang disampaikan Bobotoh: 1. Menuntut Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan serta kelalaiannya; 2. Evaluasi besar-besaran dalam tubuh Panpel Persib; 3. Panpel harus mengimplementasikan Pasal 54 ayat 4 dan 5 UU Keolahragaan Nomor 11 Tahun 2022 dan penuhi hak kami sebagai suporter yang sudah mengikuti prosedur (membeli tiket); 4.Tanpa negosiasi; Sebelumnya diberitakan, dua Bobotoh yang meninggal dunia itu bernama Asep Ahmad Solihin dan Sopiana Yusup. Keduanya meninggal dunia diduga karena terdesak ketika hendak masuk ke dalam stadion.

POJOKJABAR.id, BANDUNG – Ratusan pendukung Persib Bandung atau dikenal Bobotoh mendatangi Graha Persib yang terletak di Jalan Sulanjana, Kota Bandung pada Selasa (21/6) siang.


Dari pantauan, mereka datang dengan membawa sejumlah spanduk dan poster berisi tuntutan. Mereka juga terlihat menyalakan flare di depan kantor.

Adapun tuntutan itu terkait dengan peristiwa tewasnya dua Bobotoh di Stadion GBLA beberapa waktu lalu serta meminta panitia pelaksana pertandingan melakukan evaluasi. Sejumlah isi dari tuntutan dalam poster itu berbunyi ‘Panpel Tutup mata’, ‘Stop tiket kriting’, hingga ‘Evaluasi atau mundur’.

Mereka juga terlihat menyanyikan sejumlah lagu seperti ‘Halo-Halo Bandung’. Beberapa perwakilan dari Bobotoh lalu terlihat disambut oleh Komisaris Persib Bandung, Umuh Muchtar, dan General Coordinator Panitia Penyelenggara Pertandingan Persib Bandung, Budi Bram.


“Bobotoh yang sejati, ini Bobotoh sejati kan?” tanya Umuh.

“Iya,” jawab massa.

“Viking ngacung Viking mana Viking?” tanya lagi Umuh.

“Gak ada. Eweuh. Bobotoh kabeh. Di sini kami menyatu,” jawab massa.

Umuh kemudian mengatakan bahwa dirinya bakal memperbaiki soal tiket yang menjadi masalah saat pertandingan di Stadion GBLA. Dia pun mengaku bakal berkoordinasi terkait hal itu dengan pihak kepolisian.

“Masalah tiket ini kan ada online anti saya akan perbaiki. Nanti saya akan tegaskan ke keamanan terutama ke kepolisian,” kata dia.

Lebih lanjut, Umuh mengatakan, dirinya bakal menerima segala masukkan yang disampaikan Bobotoh. Di sisi lain, dia kembali mengucapkan belasungkawa atas insiden tewasnya dua Bobotoh. Kedukaan itu bahkan ditunjukkan melalui laga antara Persib dan Bhayangkara FC di Stadion Si Jalak Harupat yang akan digelar tanpa penonton.

“Saya terima, sama semua juga berduka, kenapa hari ini lawan Bhayangkara gak ada penonton? Kalau kita euforia di lapangan sedangkan kita kan masih berduka,” kata Umuh.

Massa kemudian menimpali pernyataan Umuh dan menuntut agar Persib secara resmi menyampaikan permintaan maaf terkait tewasnya dua Bobotoh melalui media sosial. Mewakili jajaran PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh pun menyampaikan permintaan maaf.

“Saya meminta maaf ada kekurangan dan kelalaian ini,” ucap dia.

Di lokasi yang sama, Budi Bram menyampaikan terima kasih atas atensi dari Bobotoh. Dia pun meminta maaf atas kasus yang menyebabkan dua Bobotoh meninggal dunia. Dia menilai peristiwa itu menjadi pukulan telak tak hanya bagi Persib tapi juga seluruh penyelenggara pertandingan sepakbola di Indonesia.

“Ini di luar kendali saya dan saya yakin tidak ada yang ingin kejadian ini terjadi,” kata dia.

Berikut ini isi tuntutan yang disampaikan Bobotoh:

1. Menuntut Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan serta kelalaiannya;

2. Evaluasi besar-besaran dalam tubuh Panpel Persib;

3. Panpel harus mengimplementasikan Pasal 54 ayat 4 dan 5 UU Keolahragaan Nomor 11 Tahun 2022 dan penuhi hak kami sebagai suporter yang sudah mengikuti prosedur (membeli tiket);

4.Tanpa negosiasi;

Sebelumnya diberitakan, dua Bobotoh yang meninggal dunia itu bernama Asep Ahmad Solihin dan Sopiana Yusup. Keduanya meninggal dunia diduga karena terdesak ketika hendak masuk ke dalam stadion.