Jalur Zonasi PPDB Kota Bandung Segera Dibuka, Begini Caranya Agar Bisa Lolos

tips ppdb aman covid
Ilustrasi.

POJOKJABAR.id, BANDUNG – Jalur Zonasi PPDB 2022 Kota Bandung akan segera dibuka, beberapa tips dan trik supaya lolos harus dimulai dengan sejumlah persiapan dan langkah yang matang serta sesuai dengan aturan.


Pertama, persiapkan semua persyaratan yang diperlukan untuk menghindari kesalahan pada saat mendaftar.

Kartu keluarga minimal satu tahun domisili, KTP orang tua, surat tanggung jawab mutlak orang tua yang bisa didownload di website PPDB, kemudian rapor selama 5 semester bagi yang mau mendaftar ke SMK.

“Mari kita ikuti langkahnya, apa saja yang harus dipersiapkan, tentunya sesuai aturan, minimal persyaratannya dulu untuk mempermudah dan menghindari kesalahan,” katanya.


Tips berikutnya, kata Dian, bagi yang akan mendaftar ke SMA, orang tua wali dan juga calon peserta didik sebaiknya memilih sekolah yang paling dekat dengan alamat domisili.

Sebab di tahap II ini yang menjadi alat seleksi adalah radius atau jarak rumah atau domisili ke sekolah yang dituju.

“Jadi tempat tinggal harus dalam zonasi. Untuk Kota Bandung hanya satu zona, jadi bisa memilih sekolah mana saja, tentunya harus yang paling dekat karena dasar seleksinya adalah sekolah terdekat,” ungkapnya.

Sementara untuk daerah perbatasan seperti perbatasan Kabupaten dan Kota Bandung, beberapa kecamatan di kabupaten Bandung masih dianggap satu zona dengan Kota Bandung.

Artinya walaupun siswa berasal dari luar Kota Bandung boleh mendaftar ke sekolah di Kota Bandung karena dianggap satu zona atau beririsan.

“Nanti misalnya dalam batas kuota 100 orang, kemudian peserta nomor 101, 102, dan 103 jaraknya sama, maka akan dilihat dari usia yang paling tua. Kalau masih sama dilihat bulan kelahirannya, kalau masih sama dilihat tanggal kelahirannya,” katanya.

Tips berikutnya, kata Dian, orang tua dan peserta didik bisa mendaftar di dua hari atau tiga hari terakhir pendaftaran agar bisa melihat dulu pendaftar yang masuk dan melihat berapa saja radius rumah dengan sekolah dari pendaftar lainnya.

Dengan begitu orang tua bisa menimbang apakah anaknya aman untuk didaftarkan ke sekolah tersebut.

“Untuk pendaftaran bisa secara daring atau kalau tidak ada jaringan bisa datang ke sekolah tujuan. Sebab tidak semua daerah di Jawa Barat memiliki jaringan internet yang bagus,” pungkasnya.