Polda Jabar Angkat Bicara Perihal Laporan Keluarga Janda yang Lehernya Digorok

Kabid-Humas-Polda-Jabar-Kombes-Pol-Ibrahim-Tompo-709x355
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo. Foto/Arif

POJOKJABAR.id, BANDUNG – Polda Jawa Barat angkat bicara terkait kasus seorang janda digorok di Bandung Barat.


Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo menjelaskan perihal Keluarga korban melapor ke Polisi, karena ada ancaman dari pelaku beberapa sebelum korban dibunuh.

Kabid Humas Polda Jabar menjelaskan, bahwa pihak keluarga memang melapor ke Polisi melalui BHABINKAMTIBMAS AIPDA DEDEN SUPRIADI.

“Berawal Pada saat melaksankan pam di pos pam Padalarang sekitar jam 20,00 WIB saya di hubungi oleh pa imam selaku Rw 13 Desa Jayamekar, telah terjadi pengancaman dan penggedoran yang terjadi di Rt 04 Rw 14 Desa Jayamekar. Karena Tkp ada di Rw 14 maka Pa imam selaku Rw 13 Menghubungi Pa agus Sopandi Selaku ketua Rw 14. Selanjutnya Pa agus Sopandi (Ketua Rw 14) Menghubungi saya dan menyampaikan telah terjadi pengancaman dan penggedoran lalu saya memastikan apakah terjadi pengrusakan, dan disampaikan oleh pa agus sopandi (ketua Rw 14) bahwa ada pengrusakan sehingga di sarankan oleh saya untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Padalarang,” jelas Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo dalam keterangannya, Rabu 11 Mei 2022.


Selanjutnya pihak keluarga mendatangi SPKT Polsek Padalarang, yakni melalui AIPTU IWAN NOVIAWAN dan BRIPKA SUHENDI.

“Waktu piket jam 20.30 bersama bripka suhendi hari selasa tanggal 03 mei 2022 saya kedatangan 6 Orang warga masyarakat desa jayamekar, yang saya ketahui antara lain Pak Mimin (ayah Korban), Ibu Korban, Pak Iwan ruswanda (Ketua Rt 04), Pak Agus Sopian (Ketua Rw 14), Anak dan menantu Pak Mimin,” jelas Kabid Humas.

Lalu pihak SPKT menerim pengaduan dari Pak Mimin Secara lisan tentang permasalahan hubungan asnara anak nya yang bernama wiwin (Korban) dengan Sodara Mulyadi (diduga Pelaku) yang tidak di restui oleh orang tuanya karena sodara mulyadi ringan tangan.

“Setelah mengetahui perihal itu Aiptu Iwan Memanggil piket Reskrim Sodara Aiptu Masdi Rahman Untuk Melanjutkan Pengaduan Dari Bapa Mimin,” jelasnya.

Pihak Polsek Padalarang, menyatakan karena pemasalahan ini berkaitan dengan permasalahan keluarga dan kemudian yang bersangkutan masih berdekatan tempat tinggal nya maka saya memberi masukan kepada Pak Iwan Ruswanda (Ketua Rt 04) dan Pa Agus Sopian (ketua Rw 14) Untuk di lakukan mediasi. Setelah di sampaikan Masukan Tersebut Pak Mimin ( Ayah Korban ) Menerima dan Menyepakati untuk di lakukan mediasi terkait Permasalahan tersebut dan disaksikan oleh Ketua Rt 04 (Pak Iwan Ruswanda) dan Ketua Rw 14 (Agus Sopian).

“Setelah di Sepakati Untuk mediasi Akhirnya pengaduan ini di teruskan ke bhabinkamtibmas Aipda deden Untuk Dilaksakan mediasi atas permasalahan tersebut,” jelasnya.

Setelah menerima Informasi Dari Piket Reskrim Aiptu Masdi Bahwa Permasalahan tersebut akan di mediasikan maka saya menghubungi kepala dusun III (Pak Rudi) Untuk dilakukan mediasi.

“Kemudian Kadus III (Pak Rudi) Bersama dengan Ketua Rw 14 (Pak Agus Sopian) dan beberapa orang warga mendatangi rumah mulyadi (diduga Pelaku), dan diketahui mulyadi (diduga Pelaku) sudah tidak ada dirumah / Kabur karena sedang di cari oleh Pihak Kepolisian dan masyarakat sekitarnya,” jelasnya.

Kabid Humas menegaskan, bahwa laporan dari keluarga ditindaklanjuti, namun disarankan untuk mediasi karena ini merupakan masalah keluarga.

“Jadi laporan yang diajukan keluarga korban diterima, namun melihat permasalahan maka disarankan mediasi,” pungkasnya.

Sebelumnya pihak keluarga Wiwin Sunengsih, melalui ayahnya Mimin mengaku heran laporannya ke Polsek Padalarang tidak ditanggapi, perihal dugaan ancaman pembunuhan oleh Mulyadi terhadap Wiwin lima hari sebelum Wiwin dibunuh Mulyadi.