Soal Tuntutan Hukuman Mati Herry Wirawan yang Melanggar Prinsip HAM, Ini Kata Pihak Kejati Jabar

Kepala Kejaksaan tinggi Jawa Barat, Asep Nana Mulyana./Foto: Arief

Kepala Kejaksaan tinggi Jawa Barat, Asep Nana Mulyana./Foto: Arief


POJOKJABAR.id, BANDUNG – Pasca tuntutan terhadap Herry Wirawan dengan tuntutan hukuman mati, berbagai komentar muncul dari berbagai pihak, termasuk Komnas HAM.

Tuntutan mati yang dikenakan pada terdakwa pemerkosa 13 santriwati, Herry Wirawan, dinilai oleh Komnas HAM bertentangan dengan prinsip HAM. Selain dikenakan hukuman mati, Herry juga dikenakan hukuman kebiri.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kejati Jabar Asep N. Mulyana melalui Kasipenkum Kejati Jabar Dodi Gazali Emil enggan berkomentar banyak. Menurut dia, pihaknya akan fokus untuk menyelesaikan perkara tersebut dan menegakkan hukum sebagaimana telah menjadi tugas dari kejaksaan.

“Ya, jadi kita fokus saja kepada penyelesaian perkara ini dan melakukan penegakan hukum karena itu adalah tugas kita sebagai penegak hukum. Kita fokus ke situ saja. Kami tidak mengomentari hal-hal di luar itu,” kata dia melalui sambungan telepon, Jumat (14/1).

Selain menegakkan proses hukum, kata Dodi, pihaknya juga akan fokus untuk memberi masa depan yang lebih baik kepada para korban dan anak-anaknya yang telah dilahirkan.

“Kita fokus juga bagaimana memberikan masa depan yang lebih baik kepada korban dan anak-anaknya yang dilahirkan dari perkara ini, kita fokus memberikan perlindungan kepada para korban dan memberikan masa depan yang lebih baik untuk mereka,” ucap dia.

Sebelumnya, Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara menyatakan tidak setuju dengan tuntutan berat jaksa kepada terdakwa. Seberat apa pun tindakan yang dilakukan Herry, Beka menilai penerapan hukuman mati jelas bertentangan dengan prinsip HAM.

“Komnas HAM tidak setuju (dengan) penerapan hukuman mati karena bertentangan dengan prinsip HAM,” ujar Beka.

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds