Polisi Ungkap Modus Oknum Guru Ponpes Cabuli Tiga Santriwati di Bandung

Polresta Bandung
Polresta Bandung ungkap kasus persetubuhan./Foto: Arief

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Adanya laporan kasus persetubuhan di sebuah ponpes di Kabupaten Bandung, Polresta Bandung langsung bergerak cepat mengungkap kasus ini.


Satuan Reserse (Satreskrim) Polresta Bandung Polda Jabar berhasil mengungkap dan menangkap pelaku kasus tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Kapolresta Bandung Polda Jabar, Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan kejadian tersebut terjadi sejak tahun 2019 hingga 2021.

“Pelaku ini sekaligus pemilik salah satu pesantren, inisialnya H. Diduga telah menyetubuhi tiga santriwati di wilayah Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat,” jelas Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo, Selasa 11 Januari 2021.


Kombes Kusworo menambahkan, modus operandi dari pelaku H adalah dengan dalih memberikan ilmu tenaga dalam kepada tiga santriwati yang menjadi korban.

“Pelaku H ini dalihnya adalah berpura – pura akan memberikan ilmu tenaga dalam, kemudian pelaku memijit para korban dan akhirnya korban disetubuhi,”ujarnya.

Mendapat perlakuan tidak senonoh dari guru pendidik sekaligus pemilik pesantren ini, salah satu korban bercerita kepada orang tuanya dan akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Bandung.

“Setelah ada laporan dari para korban dan memeriksa beberapa saksi serta barang bukti mevisum para korban, tidak sampai satu minggu pelaku H berhasil kami amankan,” katanya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku H dijerat Pasal 81 ayat (2)Jo pasal 76 D Pasal 82 ayat (3) Jo pasal 76E UU RI NO 17 tahun 2016 tentang penetapan PERPPU pengganti UU RI NO 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman paling lama hukuman 15 tahun penjara dan ditambah â…“ dari ancaman pidana karena pelaku merupakan tenaga kependidikan. (arf/pojokjabar)