Habib Bahar Panen Laporan, Lagi-lagi Polda Jabar Terima Pelimpahan dari Polda Metro

Bahar bin Smith datangi Polda Jabar untuk pemeriksaan kasus dugaan ujaran kebencian, Senin (3/1/2021). Foto/Arif

POJOKJABAR.id, BANDUNG – Setelah Kamis 6 Januari 2022 kemarin Polda Jabar mendapat pelimpahan dari Polda Metro Jaya, terkait pelaporan terhadap Habib Bahar Smith, atas dugaan ujaran kebencian oleh seseorang berinisial HS.


Hari ini Polda Jabar kembali menerima pelimpahan pelaporan terhadap Habib Bahar Smith, dari seorang pelapor inisial TNA.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo menjelaskan, bahwa BS kembali dilaporkan oleh seseorang inisial TNA.

“Jadi sekarang ini kita menangi kasus saudara BS dalam dua perkara, dan dia perkara merupakan pelimpahan dari Polda metro jaya,” paparnya, Jumat 7 Januari 2022 di Mapolda Jabar.


Kabid Humas menambahkan, bahwa dua laporan terhadap BS, yakni
pertama perkara yang dilaporkan oleh saudara TNA pada tanggal 17 Desember 2021, sedangkan perkara yang kedua dilimpahkan oleh Polda Metro Jaya pada tanggal 6 Januari 2022.

“Dua Perkara tersebut merupakan laporan dari saudara HS tertanggal 7 Desember 2021, lalu TNA tanggal 17 Desember 2021. Kami Polda Jabar setelah dilimpahkan kemudian kita menindaklanjuti pelimpahan tersebut dengan membuat penyelidikan lanjutan,” terang Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Kabid Humas menegaskan, perihal pemeriksaan saksi, penyidik sudah memanggil para saksi melalui surat undangan.

“Sampai tadi pagi itu sudah dibuat surat undangan kepada salah satu saksi atas nama AW dan sudah hadir dan dilakukan pemeriksaan oleh penyidik untuk melakukan klarifikasi,” tegasnya.

Untuk total saksi yang diperiksa, Kabid Humas memastikan ada beberapa yang sudah diperiksa, termasuk diperiksa di Mabes Polri.

“Jadi dari Mabes ada saksi yang diperiksa terkait saksi pelapor itu ada dua, kemudian saksi ahli sudah ada lima, jadi kita menindaklanjuti dengan lidik dan sudah melakukan pemeriksaan saksi pelapor atas AW,” terangnya.

Saat ditanya apakah Habib Bahar Smith bisa jadi tersangka kembali, Kabid Humas menjelaskan bahwa masih dilakukan pemeriksaan.

“Untuk itu, kita lihat perkembangan, ini merupakan dinamika proses penyidikan kita tidak boleh berasumsi, pembuktian itu diselaraskan dengan alat bukti yang diterima berdasarkan keterangan saksi dan juga alat bukti yang ada,” pungkasnya.