50 Saksi Diperiksa dan 6 Barang Bukti Diamankan Terkait Kasus Dugaan Ujaran Kebencian oleh Habib Bahar Smith

POJOKJABAR.com, Bandung – Polda Jabar terus mendalami kasus dugaan ujaran kebencian oleh Habib Bahar Smith.


Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo menjelaskan bahwa kasus ini kita laksanakan secara konsisten, cukup dinamis.

“Kasus ini diselesaikan dengan kondisi perkembangan penyidikan, dan kita laksanakan secara profesional, sesuai dengan aturan, untuk itu setiap saat perkembangan penyidikan akan kita update sebagai transparansi kepada publik,” jelas Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo, Sabtu (01/01/2022).

Kabid Humas menambahkan, untuk itu hari ini kira akan update terkait perkembangan proses penyidikannya, kita serahkan pada Direskrimsus.


Direskrimsus Polda Jabar, Kombes Pol Arief Rachman menjelaskan bahwa sebagaimana rilis, dan perkembangannya sebagai berikut yang pertama bahwa pada jumat kemarin, penyidik telah lakukan pemeriksaan saksi pelapor dan saksi lainnya, dengan total 34 saksi dan menyita 4 item barang bukti.

“Adapun perkembangan hari ini, saksi yang telah diperiksa bertambah menjadi 50 orang, dan bertambah menjadi 6 item barang bukti yang berhasil kita sita. Oleh karena itu, untuk mempermudah identifikasi para saksi, kami bagi kepada dua klaster, yaitu sebagai berikut yang pertama adalah klaster bandung, sebagai tkp awal tempat BS melalukan ceramah yang dilaksanakan di bandung, dengan total 15 orang,” jelasnya.

Direskrimsus menambahkan, kemudian selanjutnya kami namakan klaster garut, dimana total saksi yang berhasil kita periksa adalah 10 orang.

“Kemudian saksi pelapor tetap yaitu 4 orang dan ahli tetap 21 orang. Barang bukti yang kita sita bertambah dari klaster tkp baru, satu item hp dan dari tkp bandung itu satu flashdisk,” terangnya.

Adapun semua barbuk digital, atau digital evidence, tentunya telah dikirimkan ke laboratorium digital forensik untuk diperiksa.

“sehingga kesimpulannya penyidik sudah periksa 50 saksi dan 6 barbuk sampai saat ini,” jelasnya.

Tindak lanjutnya penyidik akan terus mengungkap kasus ini dan memeriksa saksi lain yang diperlukan secara profesional dan scientifik.

“Akan kita maksimalkan bila diperlukan kembali pemeriksaan saksi,” pungkasnya.

(arf/pojokjabar)