Tak Ada Penutupan Jalan di Kota Bandung Saat Malam Pergantian Tahun, Polisi Imbau Warga Rayakan Dirumah Saja

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, Bandung – Kota Bandung selalu menjadi buruan masyarakat saat malam pergantian tahun.


Di penghujung tahun 2021, dipastikan masyarakat akan menghabiskan malam pergantian tahun di sejumlah lokasi di Bandung.

Pihak Kepolisian dari Polrestabes Bandung melakukan pengamanan mal tahun baru dari 2021 ke 2022.

Kabag OPS Polrestabes Bandung AKBP Asep Pujiono menjelaskan bahwa untuk pengamanan malam tahun baru dari 2021 ke 2022, polrestabes bandung laksakan kegiatan pengamanan yaitu ada 20 pospam yang melaksanakan kegiatan pengamanan di wilayah masing-masing, atau jajaran polsek.


“Jadi nanti pada malam pergantian tahun atau sebelumnya, seluruh personel akan melaksanakan pam di tempat yang sudah ditentukan oleh pak kapolrestabes bandung,” jelasnya, Jumat 31 Desember 2021.

Kabag OPS menambahkan, bahwa dalam pelaksanaan kegiatan malam tahun baru ini kita harapkan wilayah kota bandung dalam keadaan kondusif, aman, nyaman, dan terkendali.

Terkait ruas jalan di kota Bandung, Kabag OPS menegaskan tak ada penutupan.

“Jadi untuk ruas jalan, sesuai dengan perintah dari bapak kapolda jabar bahwa tidak ada penutupan jalur yang masuk ke wilayah kota bandung, namun apabila terjadi kepadatan, kita melakukan buka tutup, atau pengalihan arus,” jelasnya.

Untuk wilayah kota Bandung yang menjadi wilayah rawan atau tempat berkumpulnya Masyarakat, ada empat lokasi.

“itu ada empat, itu ada asia afrika, alun-alun kota Bandung, dago, gedung sate, dan tegalega, itu ada empat titik yang nantinya sebagai acuan untuk melakukan pengamanan, karena pasti akan berkumpulnya masyarakat di empat lokasi tersebut,” terangnya.

Kabag OPS menambahkan, bahwa humlah personel yang disiapkan, mencapai 2.000 personel.

“Diback up personel dari bko polda sebanyak 1 ssk, dan dari brimob 1 ssk, begitu juga dari satintel, narkoba, reskrim, polda jabar, kita laksakanan pengamanan di kota bandung,” jelasnya.

Untuk personel tambahan, AKBP Asep menegaskan berasal dari Brimob dan Samapta.

“Personel ditambah dari bko brimob dan samapta sebanyak 2 ssk, kurang lebih 260 personel,” pungkasnya.

(arf/pojokjabar)