Polisi Ungkap Motif dan Kronologi Penemuan Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan saat memberikan keterangan./Foto: Arief

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan saat memberikan keterangan./Foto: Arief


POJOKJABAR.com, BANDUNG– Polresta Bandung berhasil mengungkap pelaku pembunuhan terhadap bocah usia 10 tahun yang masih duduk di bangku SD.

Bocah perempuan malang tersebut tewas di tangan pemuda berusia 16 tahun yang masih duduk di bangku SMA kelas 3.

ABG yang tidak disebutkan namanya ini, melakukan pembunuhan terhadap
bocah berusia 10 tahun yang tewas dalam karung di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.

Pelaku adalah tetangga korban.

Saat warga mencari korban pukul 23.00 WIB pada Selasa 23 november, ia juga ikut mencari korban.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan bahwa korban sebelum dibunuh, diperkosa oleh pelaku yang ditandai dengan ditemukannya sperma di kelamin korban.

“Jadi pemerkosaan itu dipicu oleh pelaku yang sering kali menonton video porno. Adapun motivasi, motivasi pelaku menghabisi nyawa korban karena pelaku sering melihat video porno,” kata dia di Mapolresta Bandung, Kamis (25/11).

Polisi, sambung Hendra, turut mendapati adanya marak video porno yang dikoleksi oleh pelaku.

“Sementara itu, usai memperkosa, pelaku memutuskan menghabisi nyawa korban agar tak terungkap oleh polisi,” ujarnya.

Adapun pelaku diketahui sempat turut membantu mencari korban bersama warga setempat usai korban ditemukan tewas.

Pihaknya menemukan banyak koleksi video-video (porno) tersebut.

Sehingga, memicu pelaku untuk melakukan tindakan tersebut.

“Berdasarkan hasil keterangan, pelaku mengaku telah melakukan perbuatan keji itu seorang diri.

Akan tetapi, polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus itu.

“Berdasarkan pengakuan yang bersangkutan melakukan sendirian,” kata dia.

 

Kronologi Penemuan Pelaku

Pelaku pembunuhan terhadap bocah berusia 10 tahun yang ditemukan tewas dalam karung di sebuah musala di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Selasa 23 November 2021 malam pukul 23.00 berhasil ditangkap.

Pelaku merupakan tetangga korban yang kini masih duduk di bangku kelas 3 sekolah menengah atas (SMA). Pelaku masih di bawah umur.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan menjelaskan bahwa pelaku ini tetangga korban.

“Kita berhasil mengungkap, ternyata pelakunya juga masih tetangganya dan anak di bawah umur,” kata Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan di Mapolresta Bandung, Kamis (25/11) sore.

Hendra kemudian menjelaskan proses pengungkapan kasus itu. Mulanya, setelah ditemukan meninggal dunia, jenazah diautopsi di rumah sakit.

“Dari hasil autopsi yang dilakukan, terungkap adanya bekas luka di bagian kening korban dan ada bekas sperma di bagian kelamin korban,” jelasnya.

Polisi kemudian melakukan rangkaian olah TKP dan memintai keterangan dari saksi serta mengumpulkan barang bukti.

“Diperoleh kesimpulan bahwa pelaku yang melakukan aksi keji itu merupakan orang yang dekat dengan korban yakni pelaku. Pelaku pun telah mengakui membunuh korban,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan pelaku mengakui melakukan perbuatan tersebut dan menghabisi nyawa korban,
dengan menggunakan kayu yang ada di sekitar lokasi.

“Usai membunuh, pelaku sempat berpura-pura mencari korban bersama warga setempat lalu melarikan diri ke daerah Majalaya,” paparnya.

Akibat perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 340 dan 338 KUHPidana juncto UU Perlindungan Anak Pasal 80 dan 81 dengan ancaman kurungan pidana selama 20 tahun atau seumur hidup. (arf/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds